339 Kamis, 24 Juli 2014 | 10:50:34

Terbentur Lahan, Perumnas Pilih Membangun Rusunami

Terbentur Lahan, Perumnas Pilih Membangun RusunamiKompas

Agar dapat menyediakan hunian bersubsidi untuk rakyat, Perumnas lebih mengarahkan pembangunan pada rumah susun sederhana milik atau rusunami. Hal ini seiring dengan program Kementerian Perumahan Rakyat untuk mengadakan rumah murah. Tetapi ada satu hal yang menghambat. Penghambat tersebut ialah keterbatasan lahan yang kini semakin mahal.

Himawan Arief selaku Direktur Utama Perumnas menyatakan bahwa mereka akan segera membangun sekitar 15 menara rusunami di beberapa wilayah. Lokasi-lokasi dan perizinan yang telah siap untuk agenda tersebut yaitu di wilayah Antapani, Bandung, sekitar ada 3 menara, di Cengkareng, Jakarta, sebanyak 7 menara, dan di Karawang ada 3 hektar yang sudah disiapkan untuk lahan rusunami.

Untuk di Cengkaraeng, harga rusunami ditawarkan mulai dari Rp 200 hingga Rp 300 juta. Konstruksinya baru dimulai tahun ini dan direncanakan akan usai dalam dua tahun ke depan. Untuk itu, Perumnas mengalirkan dana pembangunan sebesar Rp 100 miliar per menara.

"Ini akan menjadi bagian dari rencana Perumnas membangun 200 tower rusunami di DKI Jakarta. Tahun ini kami menargetkan bisa membangun 35 tower rusunami yang tersebar di wilayah provinsi DKI Jakarta," ungkap Himawan dalam acara HUT ke-40 dan peluncuran logo baru Perumnas di Jakarta, Jumat (19/7/2014) malam.

Ia menuturkan, 100 menara tersebut akan dibangun di atas lahan milik Perumnas yang kini mempunyai cadangan lahan atau land bank sebanyak 2000 hektar. Setelah bekerja sama dengan BUMN lain, yakni PTPN, total cadangan lahan mereka sekarang adalah 3000 hektar.

"Memang berat, untuk rumah susun sederhana sewa (rusunawa) saja kami sudah tak bisa minta subsidi pemerintah, itu sudah mentok, padahal ini kan untuk MBR. Bayangkan, sewanya saja ada yang masih Rp 30 ribu per bulan. Tahun ini baru akan kami naikkan menjadi Rp 60 ribu per bulan. Itu saja sudah dikomplain," ujarnya.

Himawan melanjutkan, untuk porsi landed house atau rumah tapak bersubsidi, Perumnas hanya bakal lebih fokus pada kawasan tertinggal atau pedalaman (remote area). Pembangunan rumah murah tersebut lebih diperuntukkan untuk pegawai negeri sipil atau PNS.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita