455 Jum'at, 18 Juli 2014 | 12:24:33

Kompetisi Mulai Terjadi di Kemayoran

Kompetisi Mulai Terjadi di Kemayoranpikkoland

Kota Bandar Baru yang telah dikuasai pengembang besar akan semakin ramai persaingannya dengan hadirnya Ciputra Group. Grup usaha ini akan menggarap Office Park Kemayoran melalui PT Ciputra Development Tbk. Proyek ini berada di atas tanah seluas 1,8 hektar dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) selama 30 tahun. Proyek ini terdiri dari dua tower perkantoran yang masing-masing seluas 50.000 meter persegi dan 30.000 meter persegi dan akan dihubungkan oleh ruang ritel.

Untuk merealisasikan Office Park Kemayoran, PT Ciputra Development Tbk menyiapkan dana sekitar Rp 1 Triliun yang akan diambil dari kas internal serta penjualan ruang-ruang di dua tower perkantoran, menurut Tulus Susanto selaku Direktur.

"Saat ini masih dalam tahap proses perizinan. Office Park Kemayoran mulai dipasarkan setelah Idul Fitri 2014. Pembangunannya sendiri akan dilaksanakan setelah 30 persen dari ruang-ruang perkantoran terjual," terang Tulus kepada Kompas.com, Kamis (17/7/2014).

Tulus menyatakan bahwa Kota Bandar Baru Kemayoran sangat potensial untuk dikembangkan properti komersialnya, terutama perkantoran. "Pasarnya bagus. Terlebih kinerja subsektor perkantoran saat ini masih positif dan terus tumbuh," ungkapnya.

Hadirnya PT Ciputra Development Tbk., membuat kompetisi makin sengit di Kota Bandar Baru Kemayoran. Sebelum ini, ada beberapa nama besar seperti Agung Sedayu Group, Pikko Lang Group, Central Cipta Murdaya Group, dan beberapa pengembang menengah, contohnya Hutama Karya Realtindo yang memiliki rencana besar untuk membangun properti komersial.

Tidak hanya properti komersial tetapi juga terintegrasi dengan sistem tranportasi publik, pusat bisnis, dan pusat perdagangan skala internasional. Contohnya Central Cipta Murdaya yang memiliki rencana mendirikan pusat bisnis baru seluas 44 hektar, bernama CBD Kemayoran. Dalam CBD Kemayoran ini akan dibangun kompleks perkantoran selevel World Trade Center yang mereka miliki di area Sudirman, apartemen, hotel bertaraf bintang lima, fasilitas hiburan, dan rekreasi.

 Tak tanggung-tanggung, dana yang dibutuhkan untuk mendirikan “Marina Bay Sands” versi Indonesia itu adalah Rp 80 triliun. Hal tersebut menuntut Central Cipta Murdaya menjalin koalisi strategis dengan beberapa investor asing, di antaranya Hongkong Land.

Sedangkan, Agung Sedayu Group membangun kompleks apartemen dengan keunggulan panorama lapangan golf Kemayoran. Proyek ini dinamakan The Mansion @ Dukuh Hold Kemayoran. Kemudian ada Hutama Karya Realtindo yang melanjutkan konsesi pengelolaan Rajawali Apartment. Mereka juga mengakusisi menara kembar Chrysant dan akan mendirikan menara kembar kedua sebanyak 3.000 unit tahun ini.

Sementara PT Pikko Land Developmant Tbk., berencana bisa memulai proyek mereka tahun ini dengan mendirikan Grand Kemayoran. Meski nama tersebut masih sementara, tetapi proyek ini merupakan superblok yang memerlukan investasi besar dan pengambang jangka panjang karena lahan Grand Kemayoran yang luas yaitu sekitar 26 hektar. Tahap pertama yang akan dibangun adalah apartemen, hotel, pusat belanja, dan rumah sakit. Rencananya, PT Pikko Land Development Tbk., akan bekerjasama dengan PT Lippo Karawaci Tbk.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita