188 Senin, 14 Juli 2014 | 13:47:21

Pemerintah Akan Menambahkan Rusunawa

Pemerintah Akan Menambahkan Rusunawa

Djan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat, mengatakan bahwa pemerintah akan fokus untuk menambahkan jumlah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) agar dapat membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan tempat tinggal yang layak karena pada saat ini harga perumahan mengalami kenaikan sehingga sulit dijangkau oleh kalangan masyrakat yang mempunyai penghasilan rendah.

Selain itu, beliau menambahkan bahwa bunga bank untuk pengembang juga naik ke angka 12% dan kenaikan tersebut dibebankan kepada pembeli sehingga harga rumah juga mengalami kenaikan. Kenaikan suku bunga ini terjadi kepada pihak pengembang tetapi tidak pada pihak pembeli dan masyrakat kurang mampu tidak perlu khawatir tidak bisa memiliki tempat tinggal karena pemerintah akan menambahkan jumlah Rusunawa di daerah

Apabila masyarakat yang rumahnya tidak layak huni tidak bisa menempati rusunawa, rumah yang sudah tidak layak huni dapat diperbaiki melalui program bedah rumah dari Pemerintah Pusat. Program rumah swadaya tersebut setiap tahunnya dianggarkan untuk 250.000 unit rumah tidak layak huni. Sementara jumlah rumah yang sudah mendapatkan bantuan bedah rumah telah mencapai 750.000 unit. Bantuan bedah rumah yang diberikan berkisar Rp 7.5 juta sampai 15 juta untuk setiap unit rumah.

Pemerintah Pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan tersebut, karena pemerintah daerah yang menentukan rumah tersebut layak huni atau tidak, "Artinya, pengajuannya juga berasal dari masing-masing daerah," ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang sudah memiliki rumah tidak layak huni untuk dapat memenuhi kebutuhan sandangnya tanpa perlu lagi menyewa di Rusunawa.

Sumber: Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita