189 Sabtu, 05 Juli 2014 | 12:23:01

Kepemilikan Asing, Apa Saja Kata mereka?

Kepemilikan Asing, Apa Saja Kata mereka?peacepark

Wacana tentang kepemilikan properti oleh asing menjadi satu hal yang ditunggu kepastiannya. Dilema yang dihadapi Indonesia ini adalah untuk menghadapi sistem perekonomian ASEAN yang baru yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015. (Baca : MEA akan menghilangkan batas dan ketentuan Properti)

Para penggiat dan pengembang Properti termasuk pakar ekonomi di Indonesia terus mengingatkan agar pemerintah tidak sampai salah langkah dalam menghadapi terbukanya pasar bebas di wilayah Asia Tenggara. Bahkan para Capres menggunakan ini sebagai bahan kampanyenya. (Baca : Asing boleh memiliki properti Indonesia, Asal..)

Indonesia harus cepat bergerak agar investasi dan kepemilikan asing dikontrol. Eddy Hussy, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) mengatakan jika Indonesia terlambat bergerak, investasi dalam negeri akan banyak dikeluarkan untuk negara lain. Disisi lain, investasi asing tidak masuk ke Indoneisa. Karena itu bahwa sudah saatnya kepemilikan asing mulai dipertimbangkan.

"Tinggal bagaimana menjaga agar properti (kepemilikan asing) tidak sampai mengganggu penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)." Ujar Eddy.

Sementara itu, menurut praktisi Properti, Tanto Kurniawan mengatakan bahwa jika keran kepemilikan properti dibuka, maka dana asing akan diperkirakan semakin deras. struktur finansial para pengembang juga semakin kuat.

"Investasi yang berbentuk PMA tentu akan menggandeng pengembang lokal. Ini dampakanya akan sangat bagus, struktur finansial menjadi kuat, Standar kualitas properti juga semakin tinggi. Ujar Tanto.

Tanto juga mengatakan bahwa kebijakan kepemilikan asing ini sebenarnya sudah sangat ditunggu-tunggu oleh pebisnis properti. Hal ini sudah disampaikan sejak 2007, namun hal tersebut belum direalisasikan.

Tanto menyebutkan bahwa siapapun nanti yang akan menjadi presidennya diharapkan untuk membuka izin investasi asing masuk ke properti. Dibukanya keran kepemilikan asing akan sangat positif dan mendorong pertumbuhan pasar properti yang lebih signifikan.

Sedangkan dari pakar ekonomi Indonesia, Faisal Basri beberapa waktu lalu pernah menyampaikan hal ini. Menurutnya, dengan bergulirnya MEA, sektor properti akan menguntukan sebab kebutuhan hunian akan semakin naik seiring dengan banyaknya orang masuk ke Indonesia. Kemudahan kepemilikan asing tidak akan merugikan Indonesia, sebab Rumah dan properti tetap terus tinggal di Indonesia, tidak akan dibawa ke negara asal. (baca : Faisal Basri : Buka keran kepemilikan Asing, RI Tumbuh)

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita