381 Kamis, 26 Juni 2014 | 14:14:38

Jangan hanya mencegah Urbanisasi

Jangan hanya mencegah UrbanisasiPermukiman padat di kota

Kota-kota besar di Indonesia memberikan daya tarik yang besar bagi warga masyarakat daerah, Seperti lapangan pekerjaan, gaya hidup modern, fasilitas dan infrastruktur yang lengkap. Hal itulah yang memberikan dorongan untuk berpindah ke kota atau Urbanisasi.

Namun yang terjadi adalah daya tampung kota dan pengendali masyarakat yang terbatas menimbulkan masalah baru. Sehingga masyarakat dan pemerintah menganggap bahwa urbanisasi harus dicegah.

Teguh Satria, Mantan Ketua REI mengatakan bahwa tidak selamanya urbanisasi tersebut negatif. Urban yang positif harus bisa membangun kota, Kalau pemerintah membuat penataan kota, urban yang mengisi. Urbanisasi bisa mendorong ke arah pembangunan, bukan malah dicegah.

Teguh mengatakan, bahwa urbanisasi itu bukan hanya migrasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Tetapi ada juga rural Urbanizinga, atau perubahan gaya hidup dari masyarakat rural menjadi masyarakat urban. Contohnya satu kecamatan dulunya rural atau tertinggal, Setelah dibangun Mall atau pusat perbelanjaan akhirnya jadi urban juga.

"Kotanya disiapkan sehingga urbannya menjadi positif. Kalau kota menyiapkan lapangan kerja, itu jadi positif, Itu tren yang dibahas di dunia properti sekarang" tambahnya.

Sedangkan, Deputi Gubernur DKI Bidang Pengendalian Penduduk, Syahrul Effendi mengatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta sedang membenahi kampung dan membangun kawasan.

Syahrul mengunkapkan bahwa Urbanisasi tidak dapat dicegah dan Ibukota terbuka. Tetapi tentu diharapkan urbanisasi yang datang adalah yang profesional dan berkualitas. Bagi pendatang awalnya mereka akan mengontrak dulu sambil bekerja. Ketika berhasil, ia akan membeli rumah di pinggiran Jakarta, dan kemudian kalau benar-benar berhasil lagi, akan tinggal di kota Jakartanya. Seperti itulah Sustainable Development yang dimaksud.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita