216 Senin, 02 Juni 2014 | 16:42:31

Alasan Dibalik Penghapusan Subsidi Rumah Tapak

Alasan Dibalik Penghapusan Subsidi Rumah Tapak

Penghapusan Subsidi Rumah Tapak yang dilakukan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah kepadatan penduduk yang semakin meluas, tidak hanya terjadi di Jakarta tapi juga  Bekasi, Tangerang, Depok, Cikarang, Cikampek, Cilegon dan sekitarnya. Ini dikatakan oleh Sri Hartoyo selaku Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera.

“Pembangunan rumah tapak dalam jangka panjang memiliki beberapa dampak negatif. Wilayah yang terus berkembang melebar menyebabkan semakin jauhnya tempat tinggal penduduk dari pusat perekonomian, sehingga menyebabkan tingginya biaya transportasi yang harus ditanggung oleh masyarakat,” ucapnya seperti dilansir dari laman Kemenpera, Sabtu (31/5/2014).

Akan banyak kerugian atas hal-hal yang tidak bisa diukur nilai ekonomisnya seperti kehilangan waktu yang tentu saja akan berdampak pada berkurangnya banyak kesempatan yang bisa diperoleh seseorang.

"Ke depan, Kemenpera akan memfokuskan penyaluran bantuan subsidi KPR FLPP untuk Rumah Susun. Kelompok sasaran untuk KPR Sejahtera susun adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap paling banyak Rp 7 juta. Sedangkan harga Rusun memiliki batasan harga yang berbeda di setiap provinsi.  Batasan harga Rusun paling  rendah berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah Rp 6,9 juta per meter persegi dan paling tinggi adalah di Provinsi Papua yaitu Rp15 juta per meter persegi," imbuhnya.

Hal ini dilakukan mengingat semakin tingginya harga lahan yang disebabkan oleh ketersediaan tanah yang tidak berimbang dengan kebutuhan akan tanah.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita