217 Jum'at, 23 Mei 2014 | 10:33:58

Rp 200 Miliar, Anggaran Pemkot untuk Tanah di Bulak Kapal

Rp 200 Miliar, Anggaran Pemkot untuk Tanah di Bulak Kapal

Wilayah Bulak Kapal, Bekasi Timur, sejak tahun 2010 silam sudah direncanakan untuk dibangun flyover dan underpass. Anggaran untuk pembebasan lahan yang akan digunakan untuk proyek flyover dan underpass tersebut membengkak dari angka Rp 30 milliar menjadi Rp 200 miliar. Lahan seluas 3,5 hektare tersebut merupakan  gabungan dari tanah milik warga, milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan tanah negara.

Waktu yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan direncanakan selama 4 tahun dengan estimasi Rp 55 milliar setiap tahun.

Proyek ini sangat penting karena akan mengurai kemacetan yang terjadi di 19 titik kemacetan yang berdampak hingga gerbang tol Bekasi Timur, dan berada di perlintasan kereta api.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU). ditunjuk Pemerintah Pusat untuk membangun fisik dari proyek ini.

Tahun ini, dana sebesar Rp 55 milliar telah dialokasikan pada APBD 2014.

"Dengan anggaran Rp 55 miliar, kami akan membebaskan lahan untuk underpass lebih dahulu. Soal luas lahan yang akan dibebaskan tergantung kemampuan dana, dan saat ini baru tahap inventarisasi lahan dan pemilik," kata Sudarsono, Kepala Bagian Pertanahan Pemkot Bekasi, Rabu (21/5).

Pemilik lahan akan mendapatkan ganti rugi pada bulan Juni mendatang.

Sebenarnya sejak tahun 2010 silam, sudah dianggarkan dana sebesar Rp 10 milliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi untuk proyek ini namun sayangnya dana yang tersedia belum mencukupi. Hal yang sama juga terjadi di tahun 2012. Padahal di tahun yang sama, Rahmat Effendi selaku Wali Kota Bekasi mengatakan pihaknya akan membuat detail enginering desain (DED), dan termasuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian PU.

Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran Rp 25 miliar sebagai biaya konstruksi awal proyek di tahun 2013 silam, dengan syarat Pemkot Bekasi sudah membebaskan lahan.  Namun lagi-lagi dana Pemkot Bekasi belum mencukupi sehingga proyek ini kembali tertunda.

Tidak hanya membangun jalan layang, rencananya di ruas jalan yang sama ada perlintasan rel kereta api yang akan ditingkatkan menjadi double-double track.

Sumber : Berita Satu

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita