184 Sabtu, 17 Mei 2014 | 15:37:46

Kisah FLPP Saat Ini

Kisah FLPP  Saat Ini

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diberikan Pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk membeli rumah bersubsidi rupanya tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh masayarakat.  Survei Harga Properti Residensial (SHPR) menyebutkan sebagian besar masyarakat menggunakan KPR Biasa (96,33 persen) sementara sisanya menggunakan FLPP.

Padahal menggunakan FLPP lebih menguntungkan karena memperoleh cicilan dengan bunga tetap yakni 7,25 persen dengan jangka waktu maksimum 20 tahun.

Dana FLPP yang terpakai hanya Rp 4,5 triliun atau 6,48 persen dari target awal . Dana yang tersisa tersebut cukup untuk membiayai kurang lebih 90.000 unit rumah.

Provinsi Papua Barat dengan nilai FLPP Rp88,2 juta, setara dengan 1 unit rumah, merupakan provinsi yang memiliki tingkat penyaluran FLPP terendah.

Tercatat penyaluran FLPP terbesar berada di provinsi Jawa Barat dengan nilai Rp88,9 miliar ,setara dengan 1.564 unit rumah dan posisi berikutnya ditempati oleh provinsi Banten dengan nilai FLPP sebesar Rp37 miliar, setara dengan 668 unit rumah.

Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai penyaluran sebesar Rp25,8 miliar, setara dengan  465 unit rumah dan provinsi  Kalimantan Barat dengan nilai FLPP Rp24,93 miliar , setara dengan 415 unit rumah, menempati posisi berikutnya.

Provinsi Kalimantan Selatan dengan nilai FLPP Rp17,8 miliar , setara dengan  Rp315 unit rumah, menempati posisi kelima.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita