421 Selasa, 13 Mei 2014 | 15:13:34

Persaingan Dua Kota Besar di Kalimantan

Persaingan Dua Kota Besar di Kalimantan

Kalimatan timur memiliki dua kota besar yang sedang berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda. Kedua kota yang bertetangga ini semakin terlihat dalam memperebutkan investor property. Proyek pembangunan seperti pengembangan Bandara Samarinda Baru dan pembangunan Kawasan Industri Kariangau seakan menjadi bukti dari memanasnya persaingan ini.

Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timut berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) mengalami kenaikan sekitar 9-9,5 persen dibandingkan tahun 2013 lalu. Ini menjelaskan perputaran uang yang cukup tinggi di kedua kota tersebut.

Nama pengembang besar seperti Ciputra Group dan Agung Podomoro Group turut meramaikan investasi di kedua kota ini. Sedangkan pengembang kelas menengah seperti Hutama Karya Realtindo, Cowell Development dan Wika Realty, menjadi kedua kota ini sebagai wilayah garapan sekaligus profit center.

Kedua kota yang mempunyai warna berbeda ini ternyata memiliki potensi yang sama dalam menyerap produk properti seperti perumahan, apartemen, ruko, pergudangan, perkantoran, dan pusat belanja.

Balikpapan

Kota seluas 503,3 kilometer persegi ini hanya dipadati populasi kurang lebih satu juta jiwa. Kota yang terkenal dengan kebersihannya itu telah lama mempunyai basis ekonomi berupa jasa dan perdagangan dengan cantelan pada industri pertambangan minyak, batu bara, dan gas yang mampu mereka kelola sendiri. Banyak perusahaan nasional, dan multinasional yang berlokasi di Balikpapan.

"Di Balikpapan telah terjadi proses penyatuan konurbasi beberapa wilayah di sekitarnya baik secara fisik maupun aktivitas bisnis dan ekonomi. Sehingga kota ini menjadi sentranya. Terlebih Balikpapan berada pada posisi yang sangat strategis secara geografis, ekonomis, dan juga politik," ujar Bernardus Djonoputro selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP).

Pertumbuhan sektor properti yang tercemin dari kebutuhan hunian, ruang ritel, fasilitas hiburan, dan perhotelan kian menguat seiring intensitas bisnis jasa dan perdagangan.

"Sektor properti menempati posisi atas realisasi investasi dan menjadi generator pertumbuhan ekonomi kota," ujar Rizal Effendi , Wali Kota Balikpapan.

Potensi besar untuk menjadi hub untuk wilayah Kalimantan sudah diperlihatkan oleh Balikpapan. Bukan hanya pembangunan bandara baru Sepinggan tapi juga kelengkapan fasilitas dan infrastruktur serta utilitas kegiatan public juga menjadi faktor pendorong.

Perkembangan kota diharapkan tidak melupakan fungsi ruang hijau.

"Wali Kota, siapa pun sosoknya, harus memegang komitmen, dan dapat menyusun RDTR secara terperinci setiap wilayah dan menetapkan zonasi secara ketat. Jika sebuah wilayah akan dikembangkan menjadi pusat komersial yang di dalamnya terdapat properti multifungsi, maka harus menjaganya agar tetap demikian. Sebaliknya, jika sebuah wilayah peruntukannya sebagai ruang terbuka hijau, terlarang bagi komersial," tandas Bernardus.

Samarinda

Ibukota provinsi Kalimatan Timur ini sudah lama diincar oleh para pengembang besar. Ini dikarenakan Samarinda dirancang sebagai pusat pemerintahan, pusat administrasi, pusat konservasi dengan basis ekonomi pada industri pariwisata harus memiliki penataan ruang yang memungkinkan eksplorasi sumber daya alam dilakukan sangat efektif.

"Kontribusi industri pertambangan, itu seharusnya diklasterisasi, dan menjadi domain Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur untuk memanfaatkannya seefektif dan seefisien mungkin serta arif dalam mengeluarkan izin pertambangan," kata Bernardus.

Samarinda membutuhkan rencana detail tata ruang (RDTR) yang dapat mengakomodasi pertumbuhan bisnis properti yang terukur dan terkendali. Itu dikatakan oleh Benny Hidayat,  Marketing Executive PT Timur Adya Citra, pengembang Alaya Residences.

"Pemerintah kota harus bisa memproduksi kebijakan yang ramah investasi, di sisi lain juga harus mampu menata kota dengan baik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan memaksimalkannya menjadi keunggulan yang tidak terdapat di kota lainnya. Seperti penataan di sepanjang Sungai Mahakam. Kalau ditata, potensinya luar biasa untuk sektor pariwisata dan tentu saja dampaknya sangat positif bagi sektor properti," ujar Benny.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita