76 Kamis, 08 Mei 2014 | 16:18:36

Pendapat Para Pakar Tentang RUU Pertanahan

Pendapat Para Pakar Tentang RUU Pertanahan

RUU Pertanahan Pasal 31 Ayat 1 yang mengatur batasan lahan untuk perumahan maksimal seluas 200 hektar, 100 hektar untuk perhotelan, dan 200 hektar untuk industri menimbulkan pro dan kontra. REI melalui  Ignesiz Kemalawarta  selaku Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Hukum dan Perundang-undangan  menganggap batasan tersebut seharusnya tidak perlu karena masing-masing wilayah memiliki kebutuhan lahan yang berbeda.

Namun Arie S. Hutagalung , Guru Besar Universitas Indonesia, berpendapat hal yang sebaliknya. Menurutnya, batasan lahan perlu dilakukan agar lahan yang tersedia digunakan sesuai dengan fungsinya. Akan tetapi batasan lahan tidak perlu dimasukkan ke dalam undang-undang, cukup diberikan batasan yang jelas kepada para pengembang.

Theresia Rustandi selaku Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Komunikasi dan Pengembangan Usaha menguatkan penolakan REI terhadap batasan lahan bukanlah semata demi kepentingan REI.

"Kita harapkan DPR menerima atau bisa mempertimbangkan masukan kita. Peraturan ini bukan hanya merugikan pengembang, karena ini menyangkut hajat hidup kita semua, hak-hak tanah kita. Ini tidak hanya merugikan pengembang, tak ada kepentingan ekonomis, tapi kepentingan kita semua agar peraturannya baik untuk semua. Kepastian hukum untuk semua rasanya perlu," ujarnya pada seminar sehari 'Bedah RUU Pertanahan Demi Menghasilkan Produk Hukum yang Memberi Kepastian Usaha Jangka Panjang, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, dan Daya Saing Global' di Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat mengungkapkan batasan lahan juga akan berpengaruh cukup besar pada sektor industri. Sebenarnya maksud dari batasan lahan untuk mencegah penggunaan lahan yang tidak sesuai fungsinya namun ditakutkan hal tersebut malah akan menghambat pertumbuhan di sektor industri.

Sumber : Kompas

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita