310 Rabu, 30 April 2014 | 12:17:18

Kondisi Properti di Yogyakarta Kini

Kondisi Properti di Yogyakarta Kini

Yogyakarta banyak dilirik para pengembang . Sebut saja seperti Ciputra Group dan PT Cahaya Griya Inti Santoso. Ciputra hadir dengan CitraSun Garden, dan CitraGrand Mutiara sedangkan PT Cahaya Griya Inti Santoso memasarkan perumahan seharga Rp600 juta -800 juta per unit melalui  Pesona Bener di kota Yogyakarta, dan Pesona Blunyah di Kabupaten Sleman.

Perlambatan penjualan yang terjadi di wilayah Jabodetabek rupanya juga meluas sampai ke Yogyakarta. Selain pengetatan moneter, dampak meletusnya Gunung Kelud, di Kediri, Jawa Timur juga menjadi penyebab perlambatan pasar properti di Yogyakarta.

Berbagai cara dilakukan para pengembang untuk menaikkan penjualan. Ciputra misalnya.  Penurunan penjualan sebesar 15 persen membuat Ciputra  merekondisi target penjualan menjadi Rp 100 miliar, merancang skema kemudahan pembayaran dengan besaran DP lebih rendah dari ketentuan BI dan memperkecil luas bangunan rumah baru.

Upaya yang dilakukan Ciputra tersebut cukup membantu dalam meningkatkan penjualan di bulan Maret lalu. Ini disampaikan oleh Agung Krisprimandoyo , Associate Director Ciputra Group.

"Kami harap April ini catatan penjualan akan stabil dan normal seperti sebelum 1 September 2013 saat LTV untuk rumah kedua, ketiga, dan seterusnya diberlakukan," tukas Agung.

Pemerintah seharusnya membedakan perlakuan loan to value (rasio pinjaman terhadap aset) kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Yogyakarta didominasi oleh kalangan menengah ke bawah sehingga selain terbebani dengan kenaikan suku bunga dan pembayaran uang muka 30 persen, mereka juga memilih untuk melakukan aksi menunggu. Ini dikatakan oleh ujar Remigius Edi Waluyo,  selaku Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (29/4/2014).

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita