250 Jum'at, 25 April 2014 | 14:26:08

Pengembang Berkontribusi atas Menggilanya Aksi Para Investor

Pengembang Berkontribusi atas Menggilanya Aksi Para Investor

Para pengembang yang tidak mau tahu atas tingkat hunian dari apartemen yang dibangun, dianggap berkontribusi atas menggilanya aksi para investor. Mereka hanya memperdulikan keuntungan yang didapatkan dari produk yang terjual.  Inilah yang memicu angka perbandingan pembeli end user dengan investor sebesar 40 : 60 .  Ini dikatakan oleh Anto Sitorus , Head of Research JLL.

"Bahkan pada 2010 lalu, apartemen strata masih dikuasai investor. Begitu ada produk baru diluncurkan, mereka tak segan memborong dalam jumlah banyak. Saat itu, perbandingan jumlah pembeli investor dan end user masih di angka 80:20. Komposisi tersebut berubah seiring kesadaran untuk hidup praktis dan efisien di tengah kota. Pada 2011 menjadi 75:25, 2012 menjadi 70:30 dan saat ini 60:40," papar Anton, Rabu (23/4/2014).

Hal ini disinyalir  dapat memicu munculnya kota-kota hantu,  kota dimana sejumlah apartemen yang dikembangkan tidak dihuni selama 5 tahun terakhir,  yang marak bermunculan di China.  Penyebab munculnya kota hantu adalah kenyamanan kelas menengah China dalam berinvestasi properti dimana mereka mengharapkan keuntungan dari meningkatnya nilai tanpa harus tinggal di aset tersebut.  Investasi demikian bersifat spekulatif ketimbang pemenuhan kebutuhan riil masyarakat.

Untuk itu diharapkan dapat dilakukan studi "Repeat sales index". Ini merupakan metode untuk menghitung perubahan harga penjualan properti dari waktu ke waktu. Hasil studi "Repeat sales index".  ini dapat mengindikasikan aktivitas pasar property secara akurat karena menghitung harga rata-rata penjualan berdasarkan wilayah geografis. Peningkatan harga sebanding dengan peningkatan permintaan dan demikian sebaliknya. Adapun kelemahan metode ini adalah tidak memperhitungkan properti yang terjual hanya sekali selama periode waktu yang dilaporkan.

Sampai saat ini belum ada yang melakukan repeat sales index. Padahal, studi ini diperlukan untuk membantu pengembang dalam melakukan ekspansi dan menghindari kesalahan investasi.

Apartemen Green Palace Residence di Cikarang, Bekasi , Mediterania Garden Residence 2 dan Thamrin Residence menjadi bukti berkuasanya investor. Seorang tokoh agama membeli seluruh unit Thamrin Residence dan menjualnya ke komunitas keagamaannya sedangkan ada 100 unit pada Apartemen Green Palace Residence dan 21 unit pada Mediterania Garden Residence 2 yang sudah diborong oleh investor.

Tak hanya itu, presentase penyewa apartemen yang jauh lebih besar dibanding pemilik apartemen juga semakin menegaskan hal tersebut. Rata-rata presentase perbandingan antara penyewa dan pemilik di beberapa gedung apartemen di kawasan Kemayoran, Kelapa Gading, dan Thamrin sebesar 60 : 40 . Di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, dari total 780 unit, diketahui presentase pemilik  sebesar 39% , penyewa sebesar 40% dan unit kosong sebesar 21%.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita