219 Kamis, 24 April 2014 | 12:59:23

Moratorium Mal Penyebab Perlambatan Ritel Jakarta

Moratorium Mal Penyebab Perlambatan Ritel Jakarta

Moratorium Mal atau pembatasan moratorium untuk ritel baru menurut Arif Raharjo  selaku Kepala Riset Cushman & Wakefield menjadi penyebab perlambatan ritel di Jakarta.

Berdasarkan data Cushman & Wakefield, pasokan riset kumulatif di Jakarta pada akhir kuartal I 2014 sedikit turun karena penutupan dua pusat belanja untuk renovasi, yaitu Taman Plaza Modern dan Mahaka Square (Kelapa Gading Sport Center).

Sedangkan penambahan ruang ritel sepanjang kuartal I 2014 datang dari dibukanya Foodcentrum di Sunter, Jakarta Utara, dan perluasan Puri Indah Mal di Jakarta Barat.

Dengan demikian, total pasokan ruang ritel di Jakarta menjadi 3.970.100 meter persegi yang terdiri atas 71,9 persen pusat ritel sewa dan 28,1 persen pusat belanja "strata-title".

Moratorium mal tidak hanya berdampak pada menyebarnya pusat belanja di daerah penyangga Jakarta (Debotabek) tapi juga kenaikan harga sewa pusat belanja karena pasokan yang terbatas.

Ada beberapa pusat belanja yang kinerjanya kurang baik dan tingkat hunian yang rendah akan direnovasi total atau diubah menjadi fungsi lain seperti untuk hotel dan sekolah.

"Indonesia, terutama Jakarta, masih tetap sebagai target ekspansi peritel internasional," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita