283 Rabu, 23 April 2014 | 11:40:11

Pertumbuhan Perkantoran Kawasan Non-CBD

Pertumbuhan Perkantoran Kawasan Non-CBD

Kawasan Non CBD masih menjadi incaran para pengembang perkantoran . Koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, kemudian Slipi dan Puri Indah di Jakarta Barat , Kebon Sirih dan Kemayoran  di Jakarta Pusat dan Pluit di Jakarta Utara menjadi kawasan yang pesat pertumbuhannya . Ini terlihat dari banyaknya pasokan perkantoran baru di kawasan tersebut.

Tingkat hunian perkantoran di kawasan Non-CBD mencapai 91 persen sedangkan pertumbuhan rata-rata untuk penyerapan bersih mencapai 26 persen dalam periode 2008-2013 dan diproyeksikan masih akan tumbuh secara rata-rata sebesar 25 persen hingga tahun 2016.

Pasar sewa di kawasan Non-CBD ini juga cukup besar.  Tercatat pertumbuhan harga sewa gross rata-rata sebesar 21 persen selama tahun 2013. Ini merupakan pertumbuhan harga sewa tahunan tertinggi yang pernah terjadi sebelumnya.

"Untuk kawasan non-CBD ini karakter pemilik gedungnya ada yang datang dari kebutuhan untuk dipakai sendiri (owner occupied), juga datang dari permintaan ruang untuk sewa dan strata-title yang diproyeksikan semakin membesar proposinya selama beberapa tahun kedepan," ucap Arief Rahardjo, Head of Research Cushman & Wakefield di Marketbeat Jakarta Property Market Kuartal I-2014 di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Proyek perkantoran di koridor TB Simatupang tercatat memiliki tingkat pre-commitment yang cukup baik, atau sekitar diatas 60 persen, dan siap akan masuk pasar hingga tahun 2016.

Kawasan perkantoran di Jakarta Pusat kemungkinan tidak terbatas pada Kebon Sirih dan Kemayoran  saja tapi juga bergeser ke Cempaka Putih.

Arief berharap infraktruktur di Kawasan Jakarta Timur dibenahi  agar pertumbuhan kawasan ini sejajar dengan kawasan lainnya.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita