223 Rabu, 23 April 2014 | 11:35:52

Anjlok! Penjualan Rumah di Jabodetabek

Anjlok! Penjualan Rumah di Jabodetabek

Bekasi menjadi kawasan terparah yang mengalami penurunan penjualan pada sektor perumahan dengan presentase yang mencapai 20 persen. Produk perumahan yang biasanya habis terserap pasar dalam waktu beberapa hari tidak lagi terjadi. Ini membuat pengembang mengubah orientasi ekspansi bisnisnya ke properti komersial seperti hotel, pusat belanja, dan apartemen.

Serpong berada di belakang Bekasi dengan penurunan sebesar 15 persen . Kawasan Depok, Bogor, dan Tangerang juga mengalami penurunan tersebut.

Anjloknya transaksi penjualan rumah ini disebabkan oleh pemberlakuan kebijakan loan to value (rasio pemberian kredit terhadap nilai agunan) kedua pada September 2013 lalu.

"LTV yang mengharuskan konsumen membayar uang muka 30 persen menjadi penyebab utama terjadinya penurunan transaksi perumahan di Jadebotabek, selain kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), juga KPR Inden," kata Runita Kesumaramshani, Senior Analyst Research and Advisory Cushman and Wakefield Indonesia, di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

"Dampak LTV terjadi tidak hanya kepada konsumen secara langsung, melainkan juga pengembang. Dengan kebijakan tersebut pengembang harus membangun dulu untuk kemudian mendapatkan dana cicilan KPR konsumen," tambahnya.

Sumber : Kompas

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita