264 Senin, 21 April 2014 | 15:40:10

Tidak Semua Salah BTN

Tidak Semua Salah BTN

Rencana akuisisi BTN semakin kencang. Disebutkan BTN akan diakuisisi oleh Bank Mandiri. Alasan akuisisi adalah untuk membuat bank BUMN ini makin besar dalam penyaluran kredit perumahan murah. Perbedaan segmen nasabah antara BTN dan Bank Mandiri dikuatirkan akan memicu masalah dikemudian hari.  Selain itu masalah-masalah yang terjadi dalam pemenuhan target rumah murah tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab BTN.

Ini dikemukakan oleh Ali Tranghanda, Anggota Indonesia Property Watch (IPW) dan Susanto, Wakil ketua Asosiasi Pengembang Perumahan (Apersi).

"Penyaluran KPR untuk rakyat bukan karena BTN, melainkan sistem perumahan yang tidak berjalan baik dibawah komando Kementerian Perumahan Rakyat," kata Ali di Jakarta, Senin (21/4/2014).

Ali mengkuatirkan dengan akuisisi ini, fokus BTN sebagai sumber pembiayaan rumah murah akan bergeser.

Senada dengan Ali, Susanto juga berpendapat sama.

"Hanya BTN yang berpihak pada rakyat yang berpenghasikan rendah dengan memberikan bunga yang kecil. Banyak perut yang berada di belakang BTN. Kalau sampai diakuisisi, mau dibawa ke mana nasib mereka," kata Susanto di Menara BTN, Jakarta, Minggu (20/4/2014).

Menurutnya, alasan pemerintah yang menyebut BTN gagal dalam memenuhi target membangun 1,5 juta unit rumah pada tahun lalu, bukan semata-mata kesalahan bank tersebut.

"Kenapa harga tanah selalu melambung? Apa itu salah BTN. Pajak-pajak naik apa itu urusan BTN? belum lagi perizinan berbelit, setiap pemerintah daerah punya gayanya masing-masing dalam mengeluarkan izin, apa itu urusannya BTN?" ujar Susanto.

Untuk itu, baik Ali maupun Susanto berharap pemerintah membatalkan rencana akuisisi tersebut.

Sumber :  Okezone, Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita