240 Rabu, 16 April 2014 | 10:19:21

Pasar Properti Indonesia Semakin Ramai

Pasar Properti Indonesia Semakin Ramai

Sinarmas Land Group, Ciputra Group, Lippo Group, Pakuwon Group, Summarecon Group, dan Agung Podomoro Group, merupakan pengembang besar yang meramaikan pasar properti Indonesia. Sedangkan Brasali Group, Lyman Group, dan Salim Group merupakan nama lawas yang mengembangkan properti kelas tertentu dan tidak segencar aksi bisnis para pengembang besar tersebut.

Ciputra Group dan Sinarmas Land Group menjadi penguasa di sektor perumahan dengan contoh proyek BSD City, Kota Wisata, Grand Wisata, Balikpapan Baru, Wisata Bukit Mas, CitraRaya, CitraGarden, CitraIndah, CitraGran ; sedangkan Lippo Group tampil sebagai pengembang dengan portofolio pusat belanja terbanyak dengan memiliki 25 pusat belanja eksisting dan 17 proyek pusat belanja yang sedang dalam tahap konstruksi; sektor apartemen dikuasai oleh Agung Podomoro Land dan untuk subsektor perkantoran, Dua Mutiara Group menguasai CBD Jakarta disusul kemudian Lippo Group dan Jakarta Land Group.

Ciputra Group, Sinarmas Land Group, dan Agung Podomoro Group dikenal sebagai supply driven (penyedia properti untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan ceruk besar), sedangkan Lyman Group dan Salim Group hadir untuk ceruk pasar terbatas.

"Tentu saja, meskipun tidak agresif, mereka punya keunggulan sebagai pengembang yang menjual produk properti berkualitas. Nama besar mereka merupakan jaminan kualitas tinggi sehingga pasar percaya untuk membeli properti mereka," tutur Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia.

"Seperti halnya Dua Mutiara Group yang dimiliki Tan Kian. Kelompok usaha bisnis ini secara spesifik menyasar kelas atas. Tak mengherankan propertinya juga seharga miliaran rupiah dan berada di kawasan bisnis utama," kata Ferry.

Silent developer merupakan kelompok pengembang eksklusif yang biasanya menyediakan lahan atau dana untuk dikerjasamakan dengan pengembang supply driven yang sangat aktif.

"Meski bekerja di belakang layar, namun nama Salim, Tan Kian, dan lainnya itu sebagai background sebuah proyek, masih tetap disegani," tandas Hendra Hartono, CEO Leads Property Indonesia.

Sumber :  Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita