15502 Rabu, 16 April 2014 | 09:29:37

Ada 18 Mal di Tangerang!

Ada 18 Mal di Tangerang!

Tangerang, menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Banten, hingga kuartal I 2014 memiliki 18 pusat belanja baru, dari total 30 pusat belanja di Banten, yaitu Bintaro Plaza, Bintaro Xchange, The Breeze, Teras Kota, Plaza Serpong, BSD Junction, Plaza BSD, Bintaro Trade Center, WTC Matahari, Summarecon Mall Serpong, Mal Alam Sutera, Living World, Mal Bale Kota, Supermal Karawaci, Metropolis Town Square, Tangcity Mal, Serpong Town Square, dan Plaza Cikokol. Ini belum termasuk ruang ritel kategori shopping street dan shopping arcade.

Jumlah populasi yang mencapai 4 juta jiwa lebih, serta semakin bertambahnya masyarakat kelas menengah atas dengan daya beli tinggi menjadi faktor yang menggoda para pengembang berlomba untuk membangun pusat belanja. Tren aktual yang sedang berkembang tak  melulu tentang berbelanja, melainkan memenuhi kebutuhan hiburan, relaksasi, makan, pertemuan, dan juga gaya hidup. Pusat belanja yang dibutuhkan di Tangerang saat ini adalah yang berkonsep unik, inovatif, menyasar segmen berbeda, dan sesuai kebutuhan (needs) pasar sasaran.

"Tahun ini akan dilansir pusat belanja baru di area Lippo Village. Pusat belanja ini dikembangkan PT Lippo Karawaci Tbk. Selain mereka, ada juga pusat belanja lainnya yang dibangun pengembang BUMN di daerah Kota Tangerang dan AEON Mall di BSD City," kata Heru Nasution, Ketua APPBI Banten, Selasa (15/4/2014).

Supermal Karawaci masih memegang rekor pusat belanja terbesar di Tangerang dengan luas mencapai 140.000 meter persegi , dimana peritel seperti Matahari Department Store, Debenhams, Carefour, Hypermart, Foodmart Gourmet, tiga bioskop dengan level berbeda, serta peritel kuliner hadir di sini.

Tingkat okupansi Supermall lebih dari 95 persen dengan konsumen loyal (loyal customer) tak kalah banyak, dikunjungi 40.000 orang setiap hari, dan 50.000 orang setiap akhir pekan.

"Kunci sukses sebuah mal ada pada manajemennya yang inovatif, memahami kebutuhan segmen pasar yang dibidik, dan juga selalu aktual mengadopsi tren baru yang sedang berkembang. Evolution by expansion. Dengan begitu, kemungkinan terciptanya "kanibalisme" antarpusat belanja, bisa dihindari,"  papar Heru.

Sumber :  Kompas

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita