562 Kamis, 10 April 2014 | 17:37:42

Rusunawa Rasa 'Apartemen' di Malang

Rusunawa Rasa 'Apartemen' di Malang

Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menyambut positif ide Pemkot Malang, jawa Timur, untuk membangun hunian representatif, namun tetap bisa dijangkau oleh warga miskin, dengan memberi bantuan dana hibah sebesar 12 Milliar dari total anggaran keseluruhan Rp25.6 Milliar untuk pembangunan fisik rumuh susun sederhana sewa (rusunawa).

Rusunawa yang berada di pinggiran Kota Malang ini benar-benar sederhana , dibangun di atas lahan Pemkot Malang seluas 1.500 meter persegi serta terdiri dari dua blok (twin block),5 lantai  per blok (tiap blok terdiri dari 96 unit untuk umum dan 2 unit untuk difabel) , ditujukan untuk warga yang selama ini menempati kawasan di sepanjang Sungai Brantas maupun yang berpenghasilan rendah.

"Harga sewa rusunawa ini berbeda-beda, ada empat kategori, yakni di lantai satu seharga Rp75 ribu per bulan, lantai dua seharga Rp175 ribu per bulan, lantai 3 seharga Rp150 ribu/bulan, lantai 4 Rp125 ribu/bulan, dan lantai 5 seharga Rp100 ribu/bulan," kata Dr Djarot Edi Sulistyono , Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang.

Kategori penerima Rusunawa Buring I ,rusunawa tahap pertama yang terdiri dari 196 unit , masih terbatas golongan tertentu, terutama warga kurang mampu berpenghasilan rendah yang belum mempunyai rumah, warga yang tinggal di sepanjang DAS Brantas serta yang tinggal di kawasan perkotaan yang kumuh.

Selain spesifikasi yang cukup mewah, tiap unit seluas 24 meter persegi yang terdiri dari satu kamar tidur, satu ruang tamu, dapur, kamar serta balkon untuk menjemur pakaian, lantai keramik putih untuk tiap ruangan kecuali kamar mandi yang berlantai dan berdinding keramik warna biru tua dengan kloset duduk serta shower, rusunawa tersebut juga dilengkapi dengan taman serta area parker dan aula pertemuan yang luas.

Moch Anton, Wali Kota Malang, yang turut hadir dalam peresmian rusunawa juga berpesan agar penghuni rusunawa juga ikut menjaga serta merawat bangunan serta unit-unit yang mereka tempati, apalagi uang sewa untuk ukuran tempat tinggal cukup murah.

"Rusunawa yang sudah ditempati ini jangan sampai dipindahtangankan dan jangan sampai kalian kembali lagi ke pemukiman di bantaran sungai. Rumah-rumah yang ditinggalkan itu harus dibongkar, jangan diberikan pada sanak saudara yang lain karena kawasan itu akan dijadikan kawasan hijau," tegas Anton.

Lahan di bantaran sungai itu adalah aset pemkot atau negara, sehingga harus dikembalikan ke pemkot, imbuhnya.

Azizah, salah seorang penghuni Rusunawa Buring I menyatakan bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan menghuni rumah yang cukup bagus dan berfasilitas lengkap.

"Meskipun hanya rusunawa dan sewa, tapi saya merasa lega karena selama ini kami harus berhimpitan tinggal di rumah yang sempit dan tidak teratur. Apalagi, bangunannya cukup bagus, bahkan bisa dibilang mewah untuk ukuran kami," katanya.

Bahaya banjir yang sewaktu-waktu datang mengancam sudah tidak dirasakan lagi, lanjutnya.

Menyusul Rusunawa Buring I, akan segera dibangun Rusunawa Buring II yang berlokasi di belakang GOR Kenarok, Kedungkandang serta rusunawa tahap III di kawasan Tlogomas

Kegigihan Pemkot Malang meminta pemerintah pusat untuk mengucurkan dana bagi pembangunan rusunawa bukan tanpa alasan. Terdapat ratusan kepala keluarga (KK) masuk dalam daftar tunggu.

Untuk pembagunan rusunawa selanjutnya, anggaran pembangunan fisik tetap dari bantuan KemenPU dan lahannya merupakan aset pemkot setempat.

"Spesifikasi dan model bangunan masih tetap mengacu pada Rusunawa Buring I, bahkan modelnya pun juga masih tetap sama. Kami bangun rusunawa tahap II ini karena Buring I tidak mampu menampung seluruh pengajuan warga karena animo masyarakat begitu besar," kata Djarot.

Setelah Tiogomas , kawasan perkotaan kumuh lainnya ada di Kasin (untuk warga yang tinggal di bantaran Sungai Metro)  dan di area Jalan Bingkil (untuk unit pedadam kebakaran (PMK), pasukan kuning, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) maupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ).

"Dengan pembangunan rusunawa di beberapa lokasi, warga yang selama ini belum memiliki tempat tinggal bisa menyewa dan menghuni rumah yang layak huni, nyaman dan representatif," kata Djarot.

Rusunawa di Malang beberapa tahun ini tumbuh pesat, tidak hanya pemkot, tapi beberapa perguruan tinggi pun juga membangun rusunawa yang dibantu Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Beberapa kampus yang sudah memeiliki rusunawa seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Malang (Unisma). Di UMM bahkan disediakan wifi dan televisi ukuran besar di ruang tamunya.

Sumber:  Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita