253 Kamis, 10 April 2014 | 14:23:22

Pertumbuhan Properti di Asia Tenggara

Pertumbuhan Properti di Asia Tenggara

Beberapa kota di Asia Tenggara seperti Bangkok di Thailand, Jakarta di Indonesia, Kuala Lumpur di Malaysia, dan Phnom Penh di Kamboja mencatatkan pertumbuhan industri properti tertinggi dibandingkan kawasan Asia lainnya. Kenaikan harga tanah menjadi indikatornya.

"Negara berkembang di Asia memiliki daya tarik tersendiri untuk memajukan Asia," jelas Nicholas Holt, Head of Research Asia Pasific Knight Frank, Rabu (9/4/2014).

"Industri properti di negara ini naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan prime  residensial (apartemen dan kondominium) dan properti komersial sejak dua tahun lalu," tambahnya.

Kenaikan tanah di Bangkok

Dalam 2 tahun terakhir, menurut Konsultan Properti Knight Frank, harga tanah di Bangkok melonjak hingga 190,7 persen.

Meskipun pasar properti di Asia tengah menggeliat, namun bila tidak didukung dengan sistem property yang transparan, dikuatirkan akan menjadi penghambat pertumbuhan properti di masa yang akan datang. Ini dikemukakan oleh Donald Han, Managing Director Konsultan Properti Chesterton.

Hal ini tidak terlalu harus dirisaukan karena ada faktor lain seperti permintaan domestic yang tinggi serta populasi yang besar dan meningkatnya kelas menengah, yang akan membuat pasar properti tetap akan tumbuh. Hal ini juga akan membuat ketergantungan akan investor asing terutama dari Singapura dan Hong Kong, lepas dengan sendirinya.

Negara dengan pasar properti yang lebih matang seperti Hong Kong, Singapura dan Tokyo, menurut Knight Frank, pertumbuhan propertinya saat ini rendah.

Dalam 2 tahun terakhir, menurut catatan Prime Asia Development Land Index, secara keseluruhan harga perumahan dan perkantoran kelas premium di Asia meningkat masing-masing 50,4 persen dan 38,3 persen.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita