149 Selasa, 08 April 2014 | 13:42:08

Pemilu Ternyata Tidak Mempengaruhi Properti

Pemilu Ternyata Tidak Mempengaruhi Properti

Kejutan datang dari sektor property. Sempat diperkirakan melambat di tahun 2014, kinerja sektor ini malah meningkat.
 
"Tahun kemarin kita prediksi market untuk perkantoran melemah dan tidak banyak transaksi. Namun kini di awal tahun ternyata banyak perusahaan yang melakukan eskpansi," ucap Ferry Salanto , Associate Director Research Colliers Indonesia di Media Luncheon yang bertempat di Gedung WTC, Jakarta, Senin(7/4/2014).

Ini berbeda seperti prediksi Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land.

"Penjualan akan melambat pada 2014 karena berbagai faktor," katanya tahun lalu.

Adapun faktor yang mengakibatkan perlambatan di 2014 antara lain karena kebijakan "loan to value" (LTV) dari Bank Indonesia serta adanya penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Sedangkan untuk perekonomian makro, Ishak berpendapat , Indonesia dinilai akan terus membaik dengan pertumbuhan di atas 5 persen.

Menurut Ishak, indikator membaiknya perekonomian diantaranya pertumbuhan  Produk Domestik Bruto (PDB) (5,5-5,9 persen pada 2013 menjadi 5,8--6,2 persen pada 2014) serta prediksi penurunan inflasi (dari 9,8 persen pada 2013 menjadi 4,5 persen pada 2014) dan juga penurunan suku bunga acuan (dari 7,25 persen pada 2013 menjadi 5,5 persen pada 2014).

Peningkatan di sektor properti ditandai dengan tingkat okupansi perkantoran yang mencapai 97 persen di kuartalI-2014. Tercatat, dari 2014-2017 akan ada sejumlah ruang perkantoran yang tersedia di kawasan Central Bussines District (CBD), dengan sebagian besar sudah dalam dalam tahap under construction.

Bagus Adhikusumo, Office Sector Colliers International Indonesia, berpendapat sama dengan Ferry. Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan di sektor properti.

"Pertama adalah menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar di Januari, Februari dan Maret. Banyak perusahaan yang confidence dan mereka yang tadinya berencana masih wait and see langsung melakukan eksekusi," jelasnya.

Faktor yang kedua, adalah laporan Indonesia di dunia yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia yang mulai membaik sehingga menarik minat investor asing berdatangan ke Indonesia. Pemilu yang diselenggarakan tidak mengurangi niat pemodal untuk menginvestasikan uangnya.

"Pemilu tidak mengurungkan niat perusahaan multinasional untuk melakukan ekspansi," katanya

Jepang termasuk salah satu investor asing yang datang. Kedatangan Jepang erat kaitannya dengan penyelesaian menyelesaikan proyek Mass Rapid Transport (MRT). Selain Jepang, investor asing yang berdatangan diantaranya adalah Hongkong, Singapura, Korea, Jepang, China, US, Eropa, Taiwan, dan Malaysia.

Tingginya pengeluaran pemerintah untuk proyek infrastruktur 2014 disinyalir Bagus sebagai salah satu pendorong banyaknya perusahaan multinasional yang tetap mencari ruang kantor di Ibu Kota.

Sumber : Okezone, Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita