175 Senin, 07 April 2014 | 16:36:26

Kawasan Ini Juga Prospektif

Kawasan Ini Juga Prospektif

Kawasan TB Simatupang di Jakarta Selatan merupakan salah satu kawasan favorit non-CBD untuk perkantoran. Di kawasan ini banyak dibangun sejumlah gedung perkantoran baik perusahaan naisonal maupun multinasional. Namun pada perkembangannya, pembangunan kawasan TB Simatupang tidak sebanding dengan pembangunan insfrastruktur terutama aksesnya. Akibatnya kemacetan di sepanjang jalan inipun tidak terhindarkan.

Berdasarkan riset yang ditulis oleh Konsultan Properti Colliers International, hingga kuartal I-2014 sebesar 513.086 meter persegi kawasan perkantoran akan beroperasi di kawasan ini. Dan hingga akhir 2014, kawasan ini setidaknya akan menambah perkantoran seluas 219.637 meter persegi.

"TB Simatupang adalah daerah komersial paling aktif di luar CBD. Bahkan dalam tiga tahun ke depan kawasan ini akan merajai jumlah perkantoran non-CBD yang ada diuar Jakarta," kata Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers Indonesia  di Media Luncheon yang bertempat di Gedung WTC, Jakarta, Senin (7/4/2014).

Namun, menurut Bagus Adhikusumo, Director office services Colliers International Indonesia,  menyebut selain kawasan TB Simatupang, ada kawasan non-CBD lain yang berpotensi untuk sektor perkantoran.

"Selain kawasan TB simatupang, saya lihat Serpong, Puri Indah, cukup berpotensi. Karena saya lihat sekarang tren pembangunan perkantoran ini mengarah ke selatan barat. Ke depan, kawasan ini bisa mengalahkan kawasan TB simatupang," ucapnya.

Selain itu, lanjut Bagus, kawasan Kelapa Gading di Jakarta Utara juga cukup menjanjikan.

"Kawasan ini sering dibidik oleh perusahaan yang sudah punya cabang di kawasan CBD, dan ingin memperluas makanya mereka memilih di kawasan ini," tutupnya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita