208 Kamis, 03 April 2014 | 15:59:22

Jepang Lebih Unggul Dibanding China

Jepang Lebih Unggul Dibanding China

Kolaborasi strategis antara pengembang Tanah Air dan asing memang mampu menghasilkan produk-produk properti berkualitas dengan harga pantas. Namun, tidak semua pengembang asing bisa menghadirkan peningkatan seperti yang diharapkan. Pengembang asing asal Jepang termasuk yang dapat mengubah reputasi, peran, dan sekaligus juga pengaruh positif terhadap pengembang lokal. Kehadiran mereka terbukti membawa khazanah berbeda dalam sektor properti Indonesia.

Kerjasama antara Sinarmas Land Group dengan Marubeni, Sojitz, serta Itochu, misalnya. Kerjasama tersebut bisa memproduksi perumahan skala kota berkelas macam Kota Wisata, dan Kota Deltamas. Sementara itu, kolaborasi antara Tokyu Land dan PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSI) bisa menghasilkan Setiabudi Sky Garden, sebagai apartemen eksklusif di tengah kota Jakarta.

Menurut Hendra Hartono, CEO Leads Property Indonesia,  kelebihan pengembang Jepang adalah sangat menekankan pada kualitas. Mereka memiliki budaya untuk membuat hal-hal detail (rinci) secara baik dan sempurna.

"Selain itu, properti yang dibangun memiliki kemungkinkan besar terserap. Pasalnya, perusahaan Jepang sangat loyal terhadap sesama korporasi Negeri Matahari Terbit itu. Jadi, mereka pasti membeli produk properti tersebut, karena rata-rata produknya dapat menarik konsumen Jepang," kata Hendra, Rabu (2/4/2014).

Adapun properti yang dikembangkan perusahaan-perusahaan China, menurut Hendra, masih kalah jauh dibanding Jepang. Meskipun ada beberapa diantaranya sudah punya reputasi, secara umum masih perlu pembuktian lebih.

Melihat kelangkaan tersebut, kehadiran Hongkong Land bisa dikedepankan. Pasalnya, mereka adalah perusahaan bonafid dengan reputasi kelas dunia (world class organization). Kerjasama Hongkong Landa dengan PT Jakarta Land berbuah perkantoran premium di kawasan Sudirman, yakni World Trade Center II. Saat ini, harga sewa perkantoran yang diklaim sebagai bangunan hijau hemat energi tersebut mencapai rerata Rp 400.000 per meter persegi.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita