292 Kamis, 03 April 2014 | 10:17:42

Kerjasama Indonesia-Belanda untuk Jakarta

Kerjasama Indonesia-Belanda untuk Jakarta

Pemerintah menerima Master Plan Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) dari pemerintah Belanda yang diwakili langsung oleh Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda Melanie Schultz van Haegen-Maas Geesteranus. Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum (PU), yang menerima langsung master plan tersebut mengungkapkan masterplan tersebut merupakan perencanaan pembangunan terpadu Ibu kota Jakarta yang ke depannya mampu terbebas dari musiman bulanan seperti banjir dan lainnya.

"Kerjasama dengan Belanda adalah dalam rangka PTPIN seperti tanggul banjir yang besar di Teluk Jakarta, dan termasuk reklamasi daerah yang ada di situ," tutur Djoko ketika ditemui usai menyampaikan pidato kunci dalam Seminar Internasional PTPIN di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Selain itu, tutur Djoko, master plan tersebut juga memungkinkan pembangunan kawasan industri dan wilayah tempat tinggal penduduk di Ibu Kota.

"Sekarang kan ada tim internasional, tim dalam negeri dan tim PU ada. Makanya adalah ini melanjutkan rencana ke dalam implementasi. Ini didiskusikan untuk membahas agar master plan yang sudah jadi ini bisa diimplementasikan secepat mungkin," terangnya.

Dia mengungkapkan, master plan tersebut diperkirakan akan dimulai realisasinya tahun 2015.

"Target secepat mungkin. Paling cepat tahun depan. Proyek ini besar sekali, enggak bisa hitung saking besarnya," tukasnya.

Megaproyek Giant Sea Wall
Dalam membangun Megaproyek Giant Sea Wall atau yang disebut juga dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) merupakan salah satu program dalam kesepakatan empat pihak atau 4 Parties Memorandum of Understanding (4P-MOU) antara Pemerintah Indonesia dan Belanda di bidang pengelolaan air dan lingkungan. Demikian dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Kamis (3/4/2014).

Saat ini KemenPU bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, dan Pemerintah DKI Jakarta hari ini tengah membahas draft Master Plan sebagai kelangsungan proyek Pengembangan Kawasan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Jakarta.

"NCICD tidak bisa mungkin untuk berkembang jika pembuangan kotoran tidak sempurna dibangun. Akan ada juga sebuah danau untuk membangun.Belanda yang bertindak sebagai konsultan NCICD telah mempertimbangkan bahwa pengelolaan sampah di Jakarta harus ditingkatkan sebelumnya. Hal ini karena air tanah di Jakarta akan mengalir ke danau buatan setelah tembok raksasa dibangun . Jika air tidak tercemar maka bisa digunakan oleh masyarakat," paparnya.

Giant Sea Wall  merupakan rencana yang sangat besar untuk melindungi warga Jakarta dari ancaman banjir rob sekaligus dapat merevitalisasi pemukiman di Jakarta. Dengan mempertimbangkan bahwa 90 persen dari Jakarta Utara akan berada di bawah permukaan laut di tahun 2030, Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Belanda untuk membantu dalam mitigasi banjir di Jakarta dan daerah rawan banjir lainnya.

Lain untuk penanganan banjir, pembangunan proyek NCICD siap untuk menampung air bersih bagi warga Jakarta . Hal ini diperlukan setidaknya Rp150 triliun untuk membangun proyek terintegrasi karena akan ada jalan berputar-putar dibangun di atas tembok raksasa . Selain itu, proyek ini akan digunakan sebagai pusat ekonomi baru .

Menurut rencana, daerah NCICD akan dilengkapi dengan 17 pulau buatan yang akan dikembangkan oleh sejumlah pengembang properti terkemuka. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita