110 Selasa, 01 April 2014 | 11:35:52

Akurat! Data Tabungan Perumahan PNS

Akurat! Data Tabungan Perumahan PNS

Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerjasama dalam pemutakhiran database PNS. Tujuannya, untuk mempermudah penyaluran dana Tabungan Perumahan (Taperum) bagi para abdi negara yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa pensiun.

“Bapertarum PNS beberapa waktu lalu telah mengembangkan individual account  atau akun individu Taperum PNS. Oleh karena itu, kerjasama antara Bapertarum dan BKN akan lebih meningkatkan pelayanan bagi PNS karena datanya lebih akurat,” ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz dalan siaran pers, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Sekretariat Tetap Bapertarum PNS, Heroe Soelistiawan mengungkapkan, kemudahan akses setiap PNS ke data iuran tabungan masing-masing  di Bapertarum  PNS merupakan bagian dari strategi check and balance lembaga yang dipimpinnya.

“Dengan kemudahan akses data ini, maka setiap PNS dapat berperan sebagai pengawas terhadap pengelolaan iuran Taperum  yang dilakukan oleh Bapertarum  PNS,” kata Heroe.

Di lain pihak, Kepala BKN, Eko Sutrisno  menyatakan, kerjasama ini akan meningkatkan pelayanan Taperum PNS. Berdasarkan data yang ada di BKN, jumlah PNS secara keseluruhan mencapai 4,5 juta orang sehingga data yang ada terus berubah setiap tahunnya.

“Taperum yang dipotong secara otomatis dari gaji para pegawai selama ini jumlahnya memang tidak terlalu besar sehingga manfaat yang diterima PNS pun tidak terlalu signifikan. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah memperbesar iuran Taperum, sehingga PNS dapat memanfaatkan dana Taperumnya untuk memiliki rumah yang layak huni,” pungkas Eko.

Anto Erawan
Sumber : Rumah

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita