189 Selasa, 01 April 2014 | 11:28:06

100 Kota Baru Dibangun Jababeka

100 Kota Baru Dibangun Jababeka

Perkembangan populasi yang terkonsentrasi pada beberapa wilayah saja di Indonesia membuat pembangunan infrastruktur menjadi tidak merata. Oleh karena itu, pengembang properti PT Jababeka Tbk (KIJA) bermimpi mengembangkan 100 kota baru yang rencananya akan tersebar merata dari Sabang sampai Merauke.

SD Darmono, CEO dan pendiri Jababeka mengatakan, hingga saat ini sudah ada 17 lokasi yang akan dijadikan kota baru tersebut, menyusul sudah ditandatanganinya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Jababeka dengan pemerintah daerah setempat.

“Tidak ada dominasi daerah barat atau timur atau tengah. Merata di setiap propinsi di Indonesia,” kata Darmono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai lokasi ke-17 kota baru tersebut, Darmono mengaku belum dapat mengungkapkan semua lokasi tersebut. Namun beberapa diantaranya seperti Kendal, Cilegon, dan Morotai.

Darmono juga belum dapat mengungkapkan berapa investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan sebuah kota baru.

“Tapi yang jelas, skemanya nanti one village one factory. Cukup pembangunan satu pabrik atau satu focal point misalnya industri pariwisata. Nanti vendor-vendornya akan mengikuti, sehingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” terang Darmono.


Kendal, Prioritas Utama Pembangunan
PT Jababeka Tbk (KIJA) siapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp961 miliar untuk wilayah Kendal. Capex tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan cadangan lahan, dan investasi ke anak usaha untuk mengembangkan Kawasan Industri Kendal (KIK).

Muljadi Suganda, Sekretaris Perusahaan Jababeka mengatakan, capex tahun ini tidak mengalami perubahan yang berarti dibandingkan capex yang disiapkan perusahaan tahun lalu. Bedanya, tahun ini akan lebih banyak dialokasikan untuk KIK.

“Tahun ini lebih difokuskan untuk pengembangan kawasan industri Kendal,” kata Muljadi.

Muljadi menjabarkan, sebanyak Rp111 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur seperti saluran air bersih dan pengolahan limbah pabrik. Sebanyak Rp350 miliar untuk pengembangan dan pembangunan cadangan lahan di Cikarang. Sedangkan Rp500 miliar sisanya dialokasikan untuk KIK.

Dia melanjutkan, perusahaan tidak membutuhkan tambahan dana dari pihak luar, karena posisi cadangan kas sudah mencukupi untuk membiayai capex tersebut.

“Belum perlu menerbitkan obligasi atau mencarikan fasilitasi pembiayaan dari perbankan. Kas kami masih cukup,” pungkasnya.

Im Suryani
Sumber : Rumah

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita