306 Selasa, 01 April 2014 | 11:24:14

Kondisi Terbaru Terminal Pulogebang

Kondisi Terbaru Terminal Pulogebang

Pembangunan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, terus dikebut. Saat ini para pekerja sedang membangun jembatan antara terminal dengan tol JORR yang ada di depan terminal. Jembatan ini rencananya akan digunakan bus-bus luar kota agar bisa langsung masuk ke dalam ruas tol. Dengan demikian bus-bus luar kota ini tidak membuat kemacetan di jalur arteri dan bisa langsung masuk ke ruas tol. Berbagai fasilitas di dalam terminal bus terbesar di ASEAN ini juga sudah tersedia.

Berikut ini adalah kondisi terminal Pulogebang yang terus digeber penyelesaiannya:

Halte Busway berlantai tiga
Halte bus TransJ di terminal Pulogebang ini akan melayani rute Pulogebang-Kampung Melayu. Terminal bus ini memiliki tiga lantai, namun penumpang di halte bus ini masih sepi.

Gate otomatis di terminal ini juga belum bisa digunakan. Penumpang TransJ yang ingin naik bus tersebut langsung membeli tiket dari seorang petugas  langsung memberikan tiket seharga Rp 3.500.

Meski sudah bisa digunakan armada bus TransJ, namun bus gandeng masih sulit masuk ke dalam terminal. Akibatnya penumpang bus gandeng yang ingin ke terminal Pulogebang harus turun dulu di halte busway di depan Walikota Jakarta kemudian berganti bus TransJ jenis single.

Dilengkapi lift dan eskalator
Bus gandeng yang banyak melayani rute Pulogebang-Kampung Melayu juga belum bisa masuk ke dalam terminal ini. Hal ini disebabkan jalan yang sempit di sekitar terminal tersebut sehingga bus terminal anyar ini juga dilengkapi dengan fasilitas lift dan eskalator. Fasilitas ini terpasang di halte busway yang ada di terminal tersebut. Namun kedua fasilitas ini belum jalan karena penunpang di terminal ini masih jarang.

Di lantai satu halte busway ini terdapat beberapa loket yang rencananya akan dipakai sebagai tempat membeli tiket oleh penumpang bus. Namun tiga loket ini masih tutup. Pintu geser otomatis yang menghubungkan lantai satu halte busway itu dengan tempat parkir juga sudah jalan.

Sistem terpisah antara kendaraan dan penumpang
Pada terminal umum biasanya penumpang harus berjalan di tengah perlintasan bus sebelum naik ke dalam bus. Sistem ini membuat terminal semrawut dan juga rawan kecelakaan. Hal ini ini karena banyak penumpang yang berjalan-jalan di tengah terminal.

Terminal Pulogebang menerapkan sistem terpisah antara penumpang dan bus. Misalnya saja penumpang  TransJ ingin berpindah ke angkutan kota yang ada di terminal itu, maka penumpang ini tidak perlu mengejar-ngejar angkutan itu.

Penumpang tinggal turun ke lantai dua halte busway tersebut kemudian berjalan melalui koridor yang mengantarkan ke tempat angkutan kota itu mangkal. Nanti terdapat lorong-lorong terpisah yang bisa digunakna penumpang untuk naik ke angkutan yang ingin mereka naiki. Terdapat sekitar 10 lorong yang dipisahkan berdasarkan jenis angkutan kota yang mangkal di terminal tersebut.

Lokasi parkir terdapat di bagian bawah terminal
Arsitektur terminal Pulogebang sedikit berbeda dengan terminal pada umumnya. Lokasi angkutan seperti TransJ, angkutan antar kota dan juga angkutan kota terdapat di lantai tiga terminal tersebut. Jadi di lantai tiga terminal ini terdapat lokasi parkir bus dan juga halte bus.

Pada lantai dua digunakan sebagai koridor yang digunakan penumpang untuk berpindah antar moda transportasi. Para penumpang yang ingin pindah dari bus TransJ dan angkutan kota atau bus antar kota harus turun ke lantai dua dan berjalan di koridor-koridor di lantai ini.

Sedangkan lantai satu terminal ini digunakan untuk tempat parkir kendaraan pribadi dan juga pengantar penumpang. Lokasi parkir di terminal ini cukup luas namun masih sepi.

Pembangunan jembatan penghubung masih berlangsung
Secara fisik terminal Pulogebang sudah bisa digunakan untuk angkutan dalam kota seperti TransJ atau angkutan kota. Namun sebagai pengganti Terminal Pulogadung untuk angkutan luar kota, terminal ini belum bisa digunakan.

Hal ini disebabkan jembatan penghubung antara terminal ini dengan tol JORR masih dikerjakan. Terlihat para pekerja masih melakukan pengerjaan jembatan tersebut. Sebuah pemancingan yang berada tak jauh dari Terminal Pulogebang sudah digusur dan lahannya dijadikan lokasi tiang-tiang pancang pembuatan jembatan terminal.
(nal/nrl)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita