223 Selasa, 01 April 2014 | 10:36:56

Inilah Proyek Perumnas di Semarang

Inilah Proyek Perumnas di Semarang

Perum Perumnas mulai jeli melihat peluang. Melalui anak perusahaannya, yaitu PT Propernas Griya Utama (PGU), Perumnas kini merambah properti komersial, khususnya di Semarang, Jawa Tengah. Langkah pengembang plat merah tersebut dinilai tepat, karena seiring dengan pesatnya pertumbuhan pasar komersial di Semarang. Pertumbuhan pasar komersial di kota itu saat ini tumbuh sampai 12 persen per tahun.

Terhitung sejak pemancangan batu pertama yang dilaksanakan, Jumat (28/3/2014) di Semarang, Perumnas secara resmi memulai pembangunan 27 proyek strategis dan proyek properti di bawah bendera Sentraland. Sentraland juga akan dikembangkan di Pontianak, Surabaya, dan Bandung. Khusus untuk proyek di Semarang, proyek tersebut sekaligus menjadi proyek komersial pertama PGU di kota tersebut.

Proyek tersebut dinilai menarik lantaran berbeda dari proyek-proyek Perum Perumnas terdahulu. Jika sebelumnya Perumnas identik dengan pembangunan rumah tapak, kini melalui anak perusahaannya itu, Perumnas mulai menjajaki pembangunan gedung vertikal dan gedung multiguna. Proyek yang memang menjadi bentuk nyata diversifikasi produk properti Perumnas tersebut rupanya juga mengusung konsep "hijau".

Arief Sugito, Direktur Utama Perumnas Himawan, mengatakan bahwa Sentraland Semarang dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial di Semarang.

"Kota ini dinilai salah satu kota terbaik untuk berbisnis," kata Arief.

Pendapat tersebut didukung oleh Arief N Rahardjo, Senior Associate Director and Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia. Menurut dia, Semarang dipandang sebagai salah satu kota yang potensial untuk berbisnis di sektor ritel.

"Kota ini punya keunggulan dari segi lokasi, populasi, serta juga daya beli," kata Arief.

Chavidz Ma'ruf, Direktur Utama PT Propernas Griya Utama mengatakan, produk Sentaland Semarang mengusung konsep bangunan hijai. Konsep tersebut mulai diterapkan sejak tahap perencanaan.

"Di Semarang ini debit hujannya tinggi. Karena itu, kami memanfaatkannya dengan membuat penampungan air. Tampungan air itu, dengan tambahan dari air sisa kamar mandi, grey water, digunakan untuk beberapa keperluan, seperti flushing toilet atau untuk menyiram tanaman," ujar Chavidz.

Penerapan "green building" untuk Sentraland Semarang tersebut memiliki banyak ragam. Selain penampungan air, ada pula penggunaan panel solar untuk memasok kebutuhan daya listrik, serta pemakaian lampu-lampu LED.

"Atap betonnya akan kami buat taman atap atau roof garden. Ada juga panel surya untuk sumber energi. Kami merencanakan akan menggunakan lampu berteknologi LED yang hemat energi," katanya.

Sentraland Semarang juga dipandang sebagai bentuk nyata diversifikasi produk properti Perum Perumnas untuk membidik pasar menengah atas. Sebelum acara pemancangan batu pertama Sentraland Semarang, proyek ini akan dibangun dengan konsep "mixed use building". Adanya ruang kantor, apartemen, hotel dan kondotel, SOHO (Small Office Home Office), serta ruang ritel di satu proyek memang mengerucutkan sasaran konsumen.

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 6,770 m2 milik Perumnas dan berada di Jalan Ki Mangunsarkoro. Lokasinya tak jauh dari pusat kota Semarang, khususnya daerah Simpang Lima.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita