114 Jum'at, 28 Maret 2014 | 09:49:33

Backlog Perumahan Selesai Dalam 20 Tahun

Backlog Perumahan Selesai Dalam 20 Tahun

Indonesia diperkirakan butuh 20 tahun dalam mengatasi defisit pasokan rumah (backlog) yang saat ini mencapai 13,6 juta unit. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menilai, rentang waktu tersebut dibutuhkan karena jumlah penduduk produktif setiap tahunnya terus meningkat.

“Backlog kita sudah cukup tinggi, yakni 13,6 juta rumah sesuai sensus 2010. Kita butuh waktu sekitar 20 tahun untuk menyelesaikan kekurangan rumah ini,” kata Jusuf Hari Agung, Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama BLU PPP Kemenpera, dalam acara sosialisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jakarta, Rabu (26/3).

Menurut Hadi, dari hasil sensus Badan Pusat Statisitik (BPS) tahun 2010, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,6 juta jiwa dan sekitar 7,9 juta jiwa menempati hunian tidak layak huni, membuat kebutuhan rumah terus meningkat. Apalagi, katanya, pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 1,49% setiap tahunnya.

Dia menjelaskan, kebutuhan rumah setiap tahunnya mencapai 800 ribu unit. Pemenuhan kebutuhan itu berjalan lamban mengingat anggaran pemerintah terbatas. Sedangkan pasokan rumah setiap tahunnya hanya sekitar 400.000 unit per tahun. Angka itu terdiri atas, 250.000 unit dibangun oleh pengembang swasta dan 150.000 unit dibangun oleh swadaya masyarakat. Karena itu ada defisit sekitar 400.000 unit rumah per tahun.

Untuk itu, kata Jusuf, pemerintah akan berupaya maksimal dan mencari solusi agar masalah backlog bisa dikurangi. Langkah itu bisa melalui kerjasama dengan pihak perbankan dalam menyalurkan kredit perumahan dan menggandeng pemerintah daerah (pemda) untuk membuat rumah. Peran pemda bisa melalui pembangunan rumah pegawai negeri sipil golongan rendah yang belum memiliki rumah.

Sumber : Investor Daily


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita