172 Jum'at, 28 Maret 2014 | 09:35:45

Pembongkaran Rumah Sinyal KA untuk Pelebaran Peron

Pembongkaran Rumah Sinyal KA untuk Pelebaran Peron

PT Kereta Api Indonesia berencana merobohkan rumah sinyal kereta api yang terdapat di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat. Kepala Hubungan Masyarakat Daerah Operasional I Agus Komarudin mengatakan rumah sinyal tersebut dirobohkan lantaran adanya pelebaran peron stasiun.

"Masih menunggu izin dari Dinas Pariwisata karena rumah sinyal tersebut merupakan cagar budaya," kata Agus, Selasa, 25 Maret 2014.

Agus menuturkan pelebaran tersebut bertujuan agar stasiun yang juga dikenal dengan nama Stasiun Beos itu dapat menampung 1,2 juta penumpang per harinya. Rumah sinyal yang dibangun sejak 1929 itu terkena pelebaran peron selebar 1,5 meter. Untuk itu, sebelum PT KAI menerima surat perizinan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Agus berujar petugas stasiun akan mensterilkan semua bagian stasiun dari pedagang kaki lima.

Agus mengatakan rumah sinyal peninggalan Belanda itu sudah tidak digunakan lagi sejak 1990. Penyebabnya, sistem pengaturan sinyal kereta api telah beralih dari sistem mekanik menjadi sistem elektrik.

Ia menjelaskan, rumah sinyal adalah bangunan tempat seorang petugas mengatur papan atau lengan instruksi untuk memberi perintah kepada masinis kereta api. Sistem ini hanya tinggal digunakan di beberapa stasiun di Indonesia pada lintasan yang berfrekuensi rendah.

Agus juga telah menyiapkan opsi lain apabila Dinas Pariwisata tak mengizinkan pembongkaran rumah sinyal tersebut. Perusahaan akan mendesain ulang pembangunan peron selebar tiga meter dan menambah dua lagi dari delapan gerbong yang beroperasi pada jurusan Bogor-Kota.

"Kalau tak bisa dibongkar berarti jumlah gerbongnya ditambah," kata Agus.


Sumber : Yahoo News


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita