140 Kamis, 27 Maret 2014 | 09:30:10

Harga Properti di Serpong Kini Lebih Realistis

Harga Properti di Serpong Kini Lebih Realistis

Seiring perlambatan akselerasi pasar, harga properti di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, dinilai lebih realistis dan mudah diterima konsumen. Berbeda dengan kurun dua atau tiga tahun lalu, saat harga properti meroket bombastis 40 hingga 50 persen. Kini, properti di Serpong mengalami repricing (penyesuaian harga) dengan kebutuhan dan kemampuan daya beli pasar riil. Kecenderungan harga rendah dan ukuran rumah mengecil bakal berlangsung hingga beberapa tahun mendatang.

Demikian diutarakan Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), terkait fenomena harga properti aktual di Serpong, Rabu (26/3/2014).

"Kecenderungan seperti itu sebetulnya sangat wajar, mengingat harga properti yang dipatok beberapa tahun lalu sangat tinggi. Para pengembang hanya memanfaatkan momentum booming proeprti. Sehingga hanya bisa diserap oleh kalangan atas. Sementara, jumlah kalangan atas terbatas, dan mereka membeli rumah di Serpong hanya dijadikan sebagai rumah kedua dan juga sebagai instrumen investasi," jelas Ali.

Ketika pasar atas jenuh, lanjut Ali, pengembang pun mengubah orientasinya dengan menyasar segmen pasar lebih rendah, yakni kelas menengah. Profil pembeli yang mereka bidik adalah profesional dan keluarga muda yang bekerja di Jakarta.

Itulah mengapa, harga properti untuk kalangan menengah menjadi bergeser, dari sebelumnya Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per unit, menjadi Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar per unit. Sinarmas Land, contohnya, tahun ini melansir hunian Whelford dengan harga Rp 1,4 miliar per unit untuk ukuran bangunan 120/60. Sementara Paramount Serpong, menurut Ali, punya produk seharga Rp 900 jutaan per unit.

"Saat ini, pasar Serpong betul-betul didominasi pasar riil yakni end user (pengguna akhir), bukan lagi investor. Jadi, kalau pun ada kenaikan harga, pertumbuhannya akan berlangsung sangat wajar. Tidak akan lagi terjadi lonjakan fantastis 40-40 persen, paling banter kenaikan harga hanya 10-15%," tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini, harga lahan di Serpong, tertinggi terdapat di Alam Sutera. Per meter perseginya mencapai Rp 14 juta hingga Rp 15 juta. Sedangkan di BSD City serentang Rp 13 juta-Rp 14 juta/m2.

Sumber : Kompas


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita