193 Jum'at, 21 Maret 2014 | 16:09:02

Penyebab Molornya Pembangunan Kampung Deret Petogogan

Penyebab Molornya Pembangunan Kampung Deret Petogogan

Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan pembangunan kampung deret Petogogan terhambat masalah tanah. Di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ada tanah Negara yang sudah lama diduduki oleh masyarakat yang bekerja di Melawai.

"Perkembangannya sudah dapat banknya, BTN, dan sudah keluar sertifikatnya malah. Hanya saja ada masalah tanah, itu tanah negara yang sudah diduduki puluhan tahun," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Karena dianggap liar, warga yang menduduki area tersebut juga tidak pernah mengajukan sertifikat. Dia pun meminta masyarakat mengalah dan menyerahkan tanah tersebut untuk dibangun jalan dan ditata menjadi kampung.

"Dulu kan kawasan kumuh biasanya dibebaskan dari pengusaha untuk jadi mal. Kalau masyarakat kompak, dia mau ngalah ke kita buat dijadikan jalan segala macam, malah kita yang akan membangun kampung deret, dia dapat IMB dan sertifikat," ujarnya.

Masalah tanah ini diakui Ahok membuat pembangunan kampung deret jadi molor. Sejak dimulai Oktober 2013, pembangunan ditargetkan rampung pada Februari lalu tapi hingga kini baru selesai sekitar 50 persen.

Ahok ingin kampung deret Petogogan bisa menjadi model untuk penataan kawasan kumuh. Sesuai konsep Jakarta Baru yang tertuang dalam visi misi Jokowi Ahok, salah satu yang jadi fokus perhatian pembangunannya adalah kota modern yang tertata rapi dan menjadi hunian yang layak dan manusiawi.

"Konsep Pak Gubernur, Jakarta ini harus punya gedung tingkat standar internasional, tapi kampung besarnya tidak akan dihilangkan. Kita tidak ingin Jakarta enggak punya kampung sama sekali," katanya.

Tapi kampung yang diinginkan Ahok tak sembarang kampung.

"Kita ingin jakarta itu ada kampung, tapi kampung deret yang sehat, punya taman, ada gang yang benar dan dari sisi udara serta cahaya semuanya oke," tambahnya.

Sumber : Detik


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita