236 Jum'at, 21 Maret 2014 | 10:32:13

Rp 1,5 Triliun, Target Pendapatan Perumnas

Rp 1,5 Triliun, Target Pendapatan Perumnas

Perum Perumnas berencana meluncurkan produk serta proyek jenis baru untuk meraih rekognisi pasar secara maksimal. Selama ini Perum Perumnas dikenal hanya sebagai penyedia perumahan bagi kalangan masyarakat bawah dan pegawai negeri sipil. Hal tersebut disampaikan Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perum Perumnas, dalam konferensi pers seusai Rapat Kooordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, Kamis (20/3/2014).

"Kami akan meluncurkan produk-produk baru, proyek-proyek baru yang mungkin cukup berbeda dari produk-produk yang sudah Perumnas lakukan selama hampir 40 tahun," ujar Himawan.

Himawan menyatakan, Perum Perumnas tidak sekadar merenovasi kantornya menjadi lebih baik. Perumnas juga memulai proyek-proyek baru yang bisa memberikan gambaran pada masyarakat bahwa merek sekarang ini tengah memperbaiki diri, meningkatkan kualitas produk, dan memperbanyak kapasitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kami tidak meninggalkan apa yang disebut dengan rumah sederhana dan masih akan kami perbanyak. Saat ini pun masih 80 persen pembangunan untuk rumah sederhana tapak. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin tumbuhnya perusahaan, dalam rangka transformasi untuk mencapai Perumnas baru, kami perlu juga memunculkan produk-produk yang mencerminkan wajah baru," imbuhnya.

Perumnas akan membangun perumahan vertikal dan rumah-rumah tapak berkonsep township. Proyek yang tergolong baru tersebut mencangkup Sentraland Semarang dan beberapa Sentraland lain. Proyek-proyek di bawah nama Sentraland tersebut akan menjadi product branding Perumnas, khusus untuk proyek mixed use. Sebagai catatan, proyek mixed use yang akan dikembangkan Perumnas berada di Semarang, Surabaya, Pontianak, dan Bandung.

Nilai keseluruhan proyek tersebut mencapai Rp10 triliun. Dikatakannya, proyek tersebut kemungkinan memakan waktu tiga sampai empat tahun dalam pengerjaannya.

“Untuk langkah awal, kami siapkan dulu 25%, atau sekitar Rp2,5 triliun. Untuk sisanya bisa sambil berjalan,” Lanjutnya lagi.

Himawan menguraikan, dari keseluruhan proyek tersebut, setengahnya merupakan proyek township, yang akan digarap Perumnas bersama anak-anak usahanya, antara lain PT Propertinas Griya Utama. Sebanyak tujuh sampai delapan proyek merupakan proyek komersial, sedangkan empat proyek lainnya akan dikerjakan bersama pihak swasta.

“Kami juga akan melanjutkan program pembangunan rutin di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, baik perumahan untuk PNS atau masyarakat umum,” ujarnya.

Ini terkait dengan target pertumbuhan pendapatan Perumnas tahun 2014 yang ditargetkan mencapai minimal 25 persen dari tahun lalu. Himawan  melaporkan bahwa selama 2013, Perumnas meraih total pendapatan sebesar Rp 1,203 triliun dengan perolehan laba senilai Rp 94 miliar.

Himawan juga mengungkapkan, pencapaian Perum Perumnas tahun lalu berada di atas target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan pertumbuhan sekitar 15 persen lebih tinggi ketimbang tahun 2012.

"Target RKAP kami tahun 2013 sebenarnya Rp 1,176 triliun. Kami mencapai Rp 1,203 triliun. Sedikit lebih dari target RKAP. Profit kami itu Rp 78 miliar, RKAP-nya. Namun, dalam action plan kami memproyeksikan prediksinya mungkin lebih dari Rp 100 miliar. Hal ini terjadi karena ada beberapa proyek yang terlambat dikerjakan, atau terlambat diluncurkan," terang Himawan.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum Perumnas Muhammad Nawir, mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Perumnas masih akan membangun rumah sederhana. Diversifikasi produk dibutuhkan untuk menopang perusahaan dalam mengemban tugasnya.

"Perum Perumnas itu memang ditugaskan mengemban sebuah misi untuk perumahan rakyat menengah ke bawah. Namun, Perumnas sebagai sebuah perusahaan juga punya misi yang lain. Sebagai perusahaan harus tumbuh dan sehat secara finansial. karena itu, kita melakukan transformasi, khususnya produk supaya Perumnas bisa menjadi lebih sehat dan tumbuh," ujar Nawir.

Menurut Nawir, jika sebelumnya Perumnas hanya membangun rumah-rumah misi atau rumah bersubsidi, kini Perumnas akan masuk ke kelas menengah. Hal ini dilakukan, sebab lahan-lahan sisa yang dimiliki Perumnas kebetulan berada di jalur pengembangan dan sangat strategis. Salah satu contohnya di Cengkareng. Jika dulu Cengkareng jauh dari pusat kota dan pusat keramaian, kini lokasi tersebut sangat strategis.

Di saat yang sama, menurut Nawir, Perumnas juga sudah membuat perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan 70 Pemda di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, di Pulau Buru, juga di Ternate. Daerah-daerah terpencil tetap menjadi lahan garapan Perumnas.

Perumnas juga berbagi proyek strategis dengan BUMN lain, seperti dengan PTPN II.

"Saat ini dengan PTPN II sudah merencanakan masterplan kota baru di Medan yang luasnya 850 hektar. Target kami pertengahan tahun ini akan dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan kawasan tersebut. Di sana rencananya akan dibangun 17.000 sampai 18.000 rumah sederhana, di mana sasaran utamanya adalah karyawan PTPN terlebih dahulu dan sisanya baru masyarakat," ujar Himawan.

Rencana jangka panjang (RJP) Perum Perumnas dalam lima tahun ke depan pun tidak main-main. Sampai 2018, perusahaan tersebut sudah menargetkan akan membangun 100.000 unit rumah bagi masyarakat.


Sumber : Kompas, Rumahku

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita