135 Rabu, 19 Maret 2014 | 11:06:41

Penjualan Rumah Tetap Dikenakan PPN

Penjualan Rumah Tetap Dikenakan PPN

Djan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), meminta kepada para pengembang untuk menjual rumah subsidi dengan tetap ada pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen.

"Silahkan jual saja. Itu kan kebutuhan konsumen. Mereka kan dapat insentif lainnya seperti cicilan kredit 15-30 tahun dengan bunga tetap 7,25 persen," kata Menpera Djan Faridz di sela perayaan HUT Realestate Indonesia (REI) ke-42 di Makassar, Selasa(18/3).

Eddy Hussy, Ketua Umum DPP REI pada kesempatan yang sama mengusulkan agar pemerintah segera mengeluarkan ketetapan pembebasan PPN agar ada pembangunan dan penjualan rumah.

"Sudah ada harga baru rumah FLPP (fasilitas likuiditas pembangunan perumahan), tetapi masih terbebani PPN. Ini kan memberatkan konsumen. Padahal, jika dibebaskan, bisa dikompensasikan dalam bentuk lain," kata Eddy.

Ketentuan harga rumah baru FLPP yang disesuaikan dengan indeks kemahalan konsumen di setiap daerah sudah ditetapkan akhir tahun lalu oleh Kemenpera tetapi besaran PPN dan ketentuan lain, belum diputuskan oleh Kementerian Keuangan.

Hal itu terjadi karena Kementerian Keuangan masih menunggu audit harga rumah baru FLPP tersebut dari kementerian teknis yakni Kementerian Pekerjaan Umum.

Djan Faridz menegaskan untuk apa memikirkan PPN karena sudah ada peraturan menterinya dan sudah ada ketentuan harganya sehingga tidak menghambat pembangunan rumah subsidi di Indonesia.

"Jika tidak, maka sampai Maret pun gak ada yang bangun. Gara-gara itu bisa jadi penyerapan terganggu. Karena itu, saya minta REI kejar target 100 ribu unit, 500 ribu unit dan seterusnya," kata Djan.

Hunian berimbang Eddy juga mengkritisi ketentuan Hunian Berimbang 1:2:3 sesuai Peraturan Menteri 7/2013 bahwa harga satu rumah mewah, sebesar enam kali harga rumah FLPP, sangat sulit diterapkan oleh anggota REI.

"Itu sangat sulit karena harga tanah untuk rumah mewah sangat tinggi dan hambatan lainnya," kata Eddy.

Menanggapi hal itu, Djan menimpali bahwa ketentuan pada Hunian Berimbang itu tak harus dalam bentuk rumah tunggal atau rumah deret, tetapi bisa dalam bentuk rumah susun.

"Jadi, tak harus rumah tunggal atau deret," katanya

"Ketentuan harga rusun Rp9 juta per meter persegi, harganya cocok untuk pengembang dan konsumen," tambahnya.

Salah satu kegiatan HUT REI tahun ini, Eddy menambahkan, REI bertekad membantu program bedah rumah pemerintah sebanyak 1.000 unit di seluruh Indonesia, mulai tahun ini dengan anggaran sekitar Rp10 juta per unit rumah.(*/hrb)

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita