146 Senin, 17 Maret 2014 | 09:38:19

Jokowi 'Nyapres', Pengembang Rumah Murah Semringah

Jokowi 'Nyapres', Pengembang Rumah Murah Semringah

Pengembang menyambut positif pencalonan Joko Widodo (Jokowi)  sebagai calon presiden 2014 yang diusung PDIP. Kepastian pencalonan ini merupakan saat yang paling ditunggu oleh pengembang. Demikian suara para pengembang yang disampaikan, Jumat (14/3/2014), secara terpisah.

Menurut Tanto Kurniawan, Wakil Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., pengembang telah menunggu saat-saat pencalonan Joko Widodo, karena seluruh partai sebelumnya sudah mengumumkan calonnya masing-masing.

"Tampilnya Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP semakin memudahkan pelaku usaha, khususnya pengembang, untuk menilai platform ekonomi masing-masing," ujar Tanto.

Dia menambahkan, Jokowi adalah figur yang sangat ditunggu-tunggu. Kebijakannya di sektor ekonomi, akan menjadi sangat berpengaruh.

"Saya pikir, pencalonan ini sangat positif. Deklarasi Jokowi sebagai calon presiden terbukti telah mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 3 persen. Selanjutnya, kami juga mengharapkan nilai tukar Rupiah akan membaik dan BI Rate tidak naik. Dari beberapa pertemuan dengan pengusaha asing, Jokowi dianggap sebagai sosok pembaru yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi yang amburadul pada 2013 menjadi lebih baik tahun ini," tandas Tanto.

Hal senada dikemukakan Johannes Mardjuki, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk. Menurutnya, selama setahun Jokowi memimpin DKI Jakarta, perubahan dan perbaikan nyata adanya. Terutama dalam har prosedur dan perizinan pembangunan properti.

"Kami menyambut positif pencalonan tersebut. Kami berharap Jokowi bisa membawa perubahan seperti "Sang Surya" sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus melesat dan properti semakin menguat," kata Johannes.

Lebih lanjut Johannes menambahkan, jika Jokowi jadi presiden, maka peluang membawa sektor properti tumbuh dinamis dan sehat sangat besar. Pasalnya, semua proses pembangunan properti harus dilakukan sesuai perizinan dan prosedural.

Sementara itu, Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI), Eddy Hussy, menyampaikan optimismenya terkait pencalonan Joko Widodo. Eddy bahkan punya jagoan "nomor dua" untuk mendampingi Jokowi.

"Sebagai orang yang merakyat, kita punya harapan besar bahwa dia (Jokowi) akan peduli kepada MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), khususnya pemenuhan kebutuhan rumah sebagai kebutuhan dasar manusia dan sebagai hak asasi," ujar Eddy, Jumat (14/3/2014) sore.

"Apalagi kalau Jokowi berpasangan dengan JK (Jusuf Kalla)," tambahnya.

Elektabilitas Jokowi memang terbilang luar biasa. Sentimen positif pasar pun membuktikan hal tersebut. Karena itu, tidak heran bila berbagai pihak mulai menumpuk harapan padanya sebagai calon presiden. Lantas, apa latar belakang Apersi mengusung JK sebagai calon wakil presiden?

"Karena beliau punya karakter entrepreneur, cepat dalam mengambil keputusan yang tepat dan sangat peduli dengan perumahan. Bisa mengimbangi Pak Jokowi yang disenangi rakyat. Harus ada orang yang bisa mengimbanginya, yang punya karakter di atas," ujar Eddy.

"Kinerja Jokowi bagus menangani Jakarta. Sudah kelihatan ada program. Tapi, kami bukan politikus, kami pengusaha. Siapa pun yang maju, kami punya harapan positif. Saya optimistis," ujar Eddy.

Di sisi lain, Eddy juga mengingatkan agar euforia ini jangan sampai hanya dimanfaatkan untuk pencitraan belaka. Dia berharap, langkah-langkah yang akan diambil oleh presiden dan wakilnya nanti akan realistis, bukan sekadar pencitraan dan lip service.

Eddy mengharapkan pemerintah lebih memberi perhatian pada sektor perumahan, khususnya bagi rumah-rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Tapi saya belum bisa komentar, karena calon presidennya banyak," tandasnya.

Editor    : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita