164 Selasa, 11 Maret 2014 | 09:48:56

Rp 22 Triliun untuk Hilangkan Pemukiman Kumuh Kota

Rp 22 Triliun untuk Hilangkan Pemukiman Kumuh Kota

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Ditjen Cipta Karya menganggarkan sebanyak Rp22 triliun untuk menghapus pemukiman kumuh di seluruh ibu kota provinsi Indonesia dalam lima tahun ke depan. Dimulai pada tahun 2015, ada 176 kabupaten/kota yang menjadi prioritas pelaksanaan karena sesuai rencana tata ruang ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional. Selain itu ada sekitar 130 kabupaten/kota yang berkomitmen kuat dan memiliki program sejenis pengentasan kesejahteraan kawasan permukiman kumuh di kotanya.

Langkah ini diambil untuk mengejar target Indonesia bebas pemukiman kumuh pada 2019 mendatang. Untuk mengejar target tersebut Kemenpu bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain dalam payung PNPM Mandiri.

“Keberadaan Miskot dipahami karena keterbatasan ekonomi. Di lintas kementerian ada program PNPM untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan beragam programnya. Untuk hal ini Kementerian PU meningkatkan akses ke infrastruktur dasarnya,” ungkap Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Imam S Ernawi, dikutip dari laman Kementerian PU, Selasa (11/3/2014).

Imam menyebut, target pengurangan kawasan permukiman kumuh di Indonesia saat ini menyisakan 12 persen di perkotaan atau setara dengan mengentaskan 7,2 juta KK dari kekumuhan. Dalam penanganannya akan dipilah apakah permukiman kumuh tersebut berdiri di atas tanah Pemda, tanah masyarakat, atau tanah yang dilarang untuk ditempati. Dari pembagian tersebut akan didesain bagaimana penanganannya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita