130 Jum'at, 07 Maret 2014 | 10:55:29

Investasi Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta Rp139 Miliar

Investasi Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta Rp139 Miliar

PT Angkasa Pura II menargetkan pembangunan stasiun Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta dengan investasi sekitar Rp139 miliar akan rampung pada akhir tahun 2015.

"Pemasangan tiang pancang akan dilakukan pada Agustus 2014, dengan pengerjaan sekitar 18 bulan, maka diharapkan mulai beroperasi akhir 2015," kata Tri Sunoko, Direktur Utama AP II, di Kantor Pusat AP II, Bandara Soekarno-Hatta, Kamis(6/3) .

Menurut Tri, saat ini proses pembangunan stasiun KA Bandara sedang dalam tahap persiapan lokasi yang kontrak pengerjaannya sudah dilakukan sejak Januari 2014. Pengerjaan dari pendataan lahan, pengukuran, pembersihan dan pembongkaran hingga siap untuk dibangun.

"Pembersihan lahan dari kabel-kabel seperti kabel telekomunikasi, kabel listrik, pipa saluran, pipa pembuangan termasuk pipa bahan bakar, yang harus dialihkan ke tempat lain. Setelah itu lahan tersebut kita instalasi sesuai dengan keperluan stasiun bandara," ujarnya.

Dengan begitu, diutarakan Tri, lahan yang berlokasi antara terminal I dan terminal II tersebut seratus persen siap untuk dijadikan sebagai stasiun terakhir KA Bandara.

"Kita secara prinsip sudah siap, tinggal menunggu pembangunan KA Bandara yang terkoneksi dengan Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Desain stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta tersebut akan terpadu dengan areal parkir, dengan menggunakan monorail sebagai moda "people movers system" yang menghubungkan terminal I, II dan terminal 3.

Menurut catatan, pada April 2014, pemerintah segera melakukan pelelangan atau tender prakualifikasi pembangunan kereta bandara ekspress dengan rute Halim-Bandar Udara Soekarno- Hatta.

Studi kelayakan kereta bandara selesai pada Desember 2013.

Rute kereta bandara ekspress dimulai dari Halim (origin destination), Cawang, Manggarai, Tanah Abang, Sudirman, Pluit sampai ke Terminal 3 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Mulai dari Halim underground, lewat MT Haryono lalu elevated di Cawang sampai Sheraton, lalu underground lagi sampai Terminal 3 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Skema pembangunannya menggunakan pola "private public partnership" (PPP) atau kerja sama pemerintah dan swasta ini akan dibangun sebagian di bawah tanah (underground), sebagian melayang (elevated).

Berdasarkan penghitungan kebutuhan anggaran untuk proyek itu diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun.(tp)

Sumber : Yahoo News

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita