300 Senin, 03 Maret 2014 | 11:09:08

Green Building Lebih Mahal 5%, Energi Hemat 50%

Green Building Lebih Mahal 5%, Energi Hemat 50%

Salah satu bentuk kontribusi dunia arsitek untuk menjaga kelangsungan ekosistem dunia adalah mendirikan green building. ‘Bangunan hijau' ini merupakan konsep pembangunan gedung yang menggunakan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Di Jakarta, peraturan pemerintah mengenai Green Building ini tertuang dalam Perda DKI Jakarta Nomor 7 tahun 2010 (Perda DKI no 7/2010) tentang Bangunan Gedung, dan Peraturan Gubernur Nomor 38 tahun 2012 (Pergub 38/2012) tentang Bangunan Gedung Hijau.

Namun, masih banyak pengembang atau perusahaan yang enggan mendirikan gedung dengan konsep Green Building ini karena mereka beranggapan budgetnya yang mahal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh World Business Council for Sustainable Development, membangun gedung hijau ini tidak lah semahal yang dianggap. Mengapa?

Dalam laporan yang berjudul Efisiensi Energi di Bangunan : Realitas Bisnis dan Peluang di Amerika Serikat, hasil survei menunjukkan bahwa dari 1.400 koresponden yang berasal dari kalangan profesional, hampir sebagian besar dari mereka beranggapan biaya konstruksi untuk green building diklaim 300 persen lebih mahal daripada gedung pada umumnya. Padahal sebenarnya 5 persen lebih mahal dari biaya konstruksi gedung pada umumnya.

Dari survei tersebut didapat kalau orang-orang cenderung meremehkan emisi dari rumah kaca yang dihasilkan bangunan. Padahal seharusnya, sebuah gedung bertanggung jawab terhadap 40 persen dari emisi yang dihasilkannya. Dalam laporan ini juga menyarankan agar para arsitek untuk berpartisipasi meningkatkan minat masyarakat terhadap green building, dan terlibat aktif dalam tindakan sederhana namun berarti bagi kelangsungan lingkungan hidup.

Ini dipertegas pula oleh Prof Gunawan Tjahjono, Pakar Arsitektur dan Duta Holcim Award Asia Pasific, biaya konstruksi dalam membangun green building hanya lima persen lebih mahal dibanding gedung biasa.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan potensi yang besar dalam mengembangkan ide suitainable construction. Namun sayangnya masih banyak pihak yang kurang memperhatikan konsep ini.

"Padahal dengan penambahan 5 persen dari biaya konstruksi ini dapat menghemat hingga 50 persen penggunaan energi," jelasnya, di Gedung FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/3/2014).

Diakuinya, pembangunannya memang lebih mahal dari bangunan konvensional, tapi secara jangka panjang akan lebih bagus.

Suistainable construction merupakan pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan, mengakomodasi kebutuhan serta memberdayakan sekitarnya termasuk sumber daya alam, mampu memberi kontribusi bagi kesejahteraan, namun tetap mempehatikan estetika tata ruang publik. 

Jika sudah mengetahui biayanya tidak semahal yang dipikirkan, mengapa kita semua tidak mencoba berpartisipasi? (wdi)




Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita