95 Senin, 03 Maret 2014 | 10:13:48

PPN Rumah Murah Masih Nantikan Audit Kementerian PU

PPN Rumah Murah Masih Nantikan Audit Kementerian PU

Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap rumah murah masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan. Rencana tersebut masih terkendala oleh pengawasan tata kelola anggaran di Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan masih memerlukan verifikasi terkait tawaran harga yang diusulkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Proses verifikasi tersebut, dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang memahami persoalan pembangunan infrastruktur termasuk bangunan.

"Jadi PU itu punya rumah yang dianggap layak untuk manusia itu paling minimum berapa. (Kemen) PU punya kriterianya berapa yang paling wajar," tutur Chatib, Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Menurutnya, dengan melakukan verifikasi harga standar rumah murah, maka dapat menentukan besaran PPN yang layak. Chatib mengungkapkan, besaran harga rumah murah yang disampaikan Kemenpera mencapai Rp115 juta per rumah.

"Karena kalau dari PU yang ngerti mengenai bangunan dia punya pandangan enggak seberapa jenis tipe rumah murah. Mereka (Kemenpera) bilang harganya Rp115 juta," katanya.

"Untuk tahu soal harga saya harus tanya orang yang ngerti rumah kan? Kalau dari Kemenpera udah ada pandangannya. Saya harus bandingin ambil pandangan dari pihak independen, pihak independenya itu PU," paparnya.

Dia berjanji, jika akan mendapatkan rincian harga dari Kementerian PU maka akan segera memperhitungkan besaran PPN untuk rumah murah.

"Tadi baru ketemu, beliau juga jelasin ada standarnya sehingga tau batas minimalnya berapa kalau mau rumah murah. Berdasarkan itu nanti PPN-nya akan tau yang dibebaskan kalau di bawah harga berapa," pungkasnya.

Seperti diketahui, besaran PPN untuk rumah murah dengan harga Rp95 juta (sesuai harga Kemenpera) saat ini mencapai 10 persen. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita