186 Selasa, 25 Februari 2014 | 15:42:29

Kuasai Epicentrum Walk, BSD Cari Mix Anchor Tenant

Kuasai Epicentrum Walk, BSD Cari Mix Anchor Tenant

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan mencari mix anchor tenant untuk Epicentrum Walk. Tujuannya, untuk memaksimalkan tingkat occupancy rate.

"Sehingga bisa menambah pendapatan berulang (recurring income) perseroan," kata Direktur BSD Hermawan Wijaya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/2/2014).

Dia menjelaskan, anchor tenant yang berada di area Epicentrum Walk dan kontrak sewa menyewa telah menjadi hak perseroan, seiring beralihkan kepemilikan properti tersebeut  ke perseroan dari Grup Bakrie.

BSD mengakuisisi ruang ritel (strata title) di Rasuna Epicentrum, CBD Kuningan, Jakarta senilai Rp297 miliar. Hermawan menambahkan, langkah akuisisi lahan ritel ini diharapkan akan memperkuat proporsi recurring income menjadi 20:80 dalam lima tahun mendatang. Di mana saat ini posisi recurring income berada di kisaran 15:85 terhadap pendapatan penjualan produk (sales development).

Transaksi ini dilakukan dengan PT Bakrie Swastika Utama (BSU) selaku entitas anak PT Bakrieland Development Tbk yang mengelola kawasan CBD Kuningan yang dikenal dengan nama Rasuna Epicentrum.Epicentrum Walk merupakan kawasan komersial yang beroperasi sejak 2010 dan memiliki tingkat hunian (occupancy rate) 85 persen dan gross rental yield 8,5 persen per tahun.

Akusisi ruang ritel yang dilakukan emiten tersebut mencangkup area seluas sekitar 14.850 meter persegi. Adapun anchor tenant diantaranya Farmer Market, Electronic City, Avara Lounge, dan restoran Ming. Epicentrum Walk merupakan life style mall yang menyasar konsumen bersegmentasi A- AB+ yang berkantor dan bertempat tinggal di sekitar kawasan premium Kuningan. (wdi)    

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita