165 Rabu, 19 Februari 2014 | 09:25:22

Beli Rumah? Pilih Pengembang yang Tepat!

Beli Rumah? Pilih Pengembang yang Tepat!

Memiliki rumah sendiri merupakan impian setiap orang. Namun membeli rumah bukanlah perkara mudah. Banyak poin-poin penting yang harus Anda pikirkan sebelum menentukan rumah yang tepat. Jika tidak jeli dan hati-hati, Anda bisa menjadi korban dari pengembang nakal.

Ya, pengembang nakal merupakan selalu menggunakan berbagai cara untuk menggaet konsumennya. Anda sebagai konsumen dituntut untuk jeli dan cerdik dalam menentukan pengembang untuk rumah yang Anda beli. Anggota Indonesia Property Watch (IPW), ALi Tranghanda menyebut perlindungan konsumen properti di Indonesia sangat lemah. Banyaknya pengembang yang mengobral janji. Belum lagi masalah serah terima yang molor lama dan spesifikasi bangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian.

"Banyaknya konsumen yang tidak mengerti mengenai rancang bangun dan bahan bangunan membuat konsumen tidak tahu bila ternyata pengembang nakal merubah spesifikasi bangunannya ke mutu yang lebih rendah. Banyak ditemui juga dinding pembatas antara rumah yang seharusnya dua bata menjadi satu bata," jelas dia seperti dilansir dari laman IPW, Selasa (18/2/2014).

Sayangnya, lanjut Ali, kondisi seperti ini tidak disadari oleh konsumen, yang seharusnya konsumen dapat lebih jeli sebelum, menandatangani serah terima bangunan. Sementara itu, kasus lainnya yang sering terjadi pada pengembang nakal adalah kesengajaan pihak pengembang dengan menjaminkan tanah-tanah yang telah terjual kepada bank dengan alasan kurangnya jaminan.

"Sangat disayangkan ketika pengembang tidak sanggup bayar, malah konsumen yang menjadi korban dengan disitanya tanah yang notabene telah dia beli dari pengembang," tambahnya.

Contoh lainnya yaitu Perselisihan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) di Apartemen. Tanpa disadari banyak pengaduan yang dilakukan para penghuni apartemen terhadap para pengelola apartemen. PPRS yang seharusnya mewakili penghuni saat ini masih didominasi oleh pihak pengembang yang ‘berganti baju’ untuk kepentingan pengembang itu sendiri.

"Aturan sepertinya telah ada, namun pelaksanaannya masih banyak yang bisa disalahgunakan," tandasnya. (mut) (wdi)    

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita