60 Selasa, 18 Februari 2014 | 10:12:09

2013, Jakarta Hanya Bangun 54 Rumah Bersubsidi

2013, Jakarta Hanya Bangun 54 Rumah Bersubsidi

Data realisasi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, pembangunan rumah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta pada 2013 hanya mencapai 54 unit. Di samping persolan harga lahan, harga jual rumah juga dinilai sebagai pemicu minimnya pembangunan rumah bersubsidi di wilayah Ibu Kota.

Melalui laman resminya pekan lalu, BI meluncurkan survei harga properti residensial triwulan IV-2013. Paparan hasil survei juga mengulas pembangunan rumah bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sepanjang 2013. Data tersebut berisi pencapaian pembangunan rumah bersubsidi ser ta nilai penyerapan anggaran, per provinsi.

Di wilayah DKI Jakarta, jumlah pembangunan rumah bersubsidi mencapai 54 unit. Jumlah itu jauh di bawah Jawa Barat, yang berhasil membangun 41.980 unit rumah. Namun, Jakarta lebih unggul dibandingkan Maluku, yang hanya membangun 11 unit rumah. Masih mengutip data BI, pembangunan 54 unit rumah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta membutuhkan anggaran FLPP sebesar Rp 3,8 miliar lebih. Jawa Barat, dengan pembangunan 41.980 ribu unit rumah, menyerap anggaran FLPP sebesar Rp 2,2 triliun lebih. Sedangkan Maluku memerlukan anggaran FLPP Rp 484 juta untuk membangun 11 rumah bersubsidi.

Harga Baru
Menurut Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy, minimnya pembangunan rumah bersubsidi di DKI Jakarta dipicu oleh rendahnya harga jual dan mahalnya harga lahan. Dalam ketentuan lama (berlaku pada 2013), harga jual rumah bersubsidi mencapai Rp 95 juta.

“Tidak mungkin bagi pengembang membangun rumah dengan harga jual Rp 95 juta,” ujar Eddy di Jakarta, Minggu (16/2).

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita