205 Selasa, 18 Februari 2014 | 10:06:46

Harga Rusunami Masih Untungkan Pengembang

Harga Rusunami Masih Untungkan Pengembang

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menilai, penetapan harga rumah susun sederhana milik (rusunami) Rp 9 juta per meter masih menguntungkan. Oleh karenanya, Kemenpera mendukung upaya pengembang menggarap rusunami.

“Kami memang mendorong rusunami. Namun, anggarannya tidak mencukupi. Kalau memang ada pengembang seperti itu kami dukung,” kata Djan Faridz, di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, pemerintah sudah menaikkan harga patokan Rusunami dari Rp6 juta menjadi Rp 9 juta permeter persegi.

“Saya kira kalau pengembang membangun rusunami dengan harga Rp 9 juta permeter masih untung,” katanya.

Menpera mengaku, sebelumnya asosiasi pengembang meminta agar harga untuk rusunami dinaikkan menjadi Rp 15 juta sampai Rp 20 juta/meter persegi.

“Kalau itu terlalu tinggi, dan saya sudah keluarkan aturannya,” jelasnya.

Djan Faridz menambahkan, alasan pemerintah yang cenderung membangun rusunawa karena anggaranya tidak mencukup untuk mendirikan rusunami.

Selain itu, warga miskin masih banyak dan hanya mampu menyewa, belum mengangsur untuk memiliki rusun. Sebelumnya, Perusahaan Umum (Perum) Perumnas mengusulkan kepada pemerintah untuk mendorong kembali rusunami dan bukan hanya membangun rusunawa.

“Pemerintah jangan terus membangun rusunawa, tetapi perlu didorong agar masyarakat juga memiliki rusunami,” kata Dirut Perumnas Himawan Arief Sugoto, belum lama ini.

Himawan mengatakan, pembangunan rusunami dapat membantu mengatasi tingginya backlog perumahaan saat ini. Selain itu, sampai saat ini masih sering muncul permasalahan pengelolaan rusunawa, seperti pemindahtanganan.

Terkait mahalnya biaya pembangunan dan harga jual rusunami, Himawan mengusulkan agar ada sistem pembelian dengan metode sewa-beli. Metode ini sudah pernah diusulkan, namun hal itu belum berjalan hingga saat ini.

Sistem pembayaran sewa-beli, lanjut Himawan, ini adalah jenis pembelian rumah sambil menyewa, karena calon pembeli dianggap tidak mampu membayar uang muka dan angsuran. Artinya, calon pembeli dapat dibebankan uang sewa ditambah uang cicilan untuk jangka waktu tertentu. Setelah uang muka lunas, dapat dimulai pembayaran angsuran. (imm/ID)

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita