117 Senin, 17 Februari 2014 | 10:12:45

Pengembang Properti Incar Recurring Income

Pengembang Properti Incar Recurring Income

Para pengembang properti rajin menggarap proyek yang memberikan pendapatan berkelanjutan (recurring income) sebagai penguatan kinerja finansial di tengah seretnya bisnis properti. Produk properti yang memberikan recurring income di antaranya segmen ruang perkantoran, pusat ritel, hotel dan kondotel, rumah sakit, hingga perguruan tinggi.

“Di tengah lesunya sektor properti, kehadiran proyek recurring income bisa memperkuat struktur finansial sang pengembang,” ujar Head of Research Jones Lang Lasale Indonesia, Anton Sitorus , di Jakarta, belum lama ini.

Dia menilai, setiap pengembang memiliki strategi masing-masing dalam menggarap produk properti yang menghasilkan pendapatan sewa. Namun, ujarnya, bagi para pengembang yang sudah masuk ke lantai bursa, kinerja keuangan yang bagus bakal meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal. Karena itu, lanjutnya, para pengembang tersebut cukup agresif menggarap properti yang memberikan recurring income.

“Saat ini, rata-rata masih di bawah 30% kontribusinya terhadap pendapatan para pengembang,” ujarnya.

Ceruk besar
Sementara itu, Associate Director Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji menilai, para pengembang agresif menggarap recurring income karena melihat ceruk pasarnya yang besar. Terutama, kata dia, di properti hotel yang bukan hanya mengandalkan dari kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, tapi juga melihat kebutuhan bisnis meeting, incentives, conferences, and exhibition (MICE) yang terus meningkat. Bahkan, ujarnya, business traveler dan instansi pemerintahan juga banyak mengadakan pertemuan, pelatihan, dan konferensi baik untuk internal atau kampanye politik.

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita