196 Kamis, 06 Februari 2014 | 12:41:24

Mulai Februari, NJOP Tanah Naik Hingga 200 Persen

Mulai Februari, NJOP Tanah Naik Hingga 200 Persen

Jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah pada Februari ini, apa dampaknya? Akankah terjadi penurunan penjualan properti atau sebaliknya. Rencana kenaikan NJOP mencapai 100-200%, pastinya bakal berdampak luas bagi sebagian masyarakat. Lalu, apa komentar para analis properti di Indonesia.

Anton Sitorus, Head Of Research Jones Lang Lasalle Indonesia mengatakan, jika terjadi demikian kemungkinan bakal memicu kenaikan harga properti. Menanggapi kebijakan itu, Anton menyarankan, sebaiknya pemerintah menaikkan NJOP dilakukan secara bertahap. Ini agar tidak menyulitkan, baik bagi pelaku bisnis properti juga konsumennya.

“Meski harga pasar selama ini sudah berada di atas NJOP. Kebijakan untuk menyamakan NJOP dengan harga pasar justru dapat memicu kenaikan harga pasar tanah dan properti,” terangkan Anton.

“Untuk menyamakan NJOP dengan harga pasar, makanya dinaikkan sampai 200%, pasti akan timbul dampak harga pasar naik juga. Kenaikan harga pasar belum tentu naik dua kali lipat, kenyataannya paling hanya 50 persen,” jelasnya.

Selain Anton, analis Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, kenaikan NJOP di DKI Jakarta merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Menurutnya, naiknya NJOP tidak akan secara langsung menaikkan harga rumah secara signifikan. Ini karena variabel pajak dalam harga jual masih merupakan variabel yang tidak dominan.

"Bagi pengembang yang memiliki land bank cukup besar. Kenaikan NJOP, pastinya memberatkan kewajiban pembayaran pajak dari tanah-tanah tersebut. Hal ini yang biasanya dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga jual," imbuh Ali.

Sumber : Rumah 123

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita