158 Kamis, 06 Februari 2014 | 12:19:01

Rumah Di Area Sawah Produktif Tak Disubsidi

Rumah Di Area Sawah Produktif Tak Disubsidi

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tidak akan memberikan subsidi untuk rumah tapak yang dibangun di area persawahan produktif di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya kawasan persawahan untuk perumahan masyarakat serta menunjang ketersediaan bahan pangan di masa yang akan datang. Hal itu ditegaskan Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz, kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan pembahasan usulan program pengembangan kawasan dan bimbingan teknis pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun Anggaran 2014 di Jakarta, Rabu (5/2).      

Turut hadir pada acara tersebut sekitar 19 kepala daerah dari pemerintah kabutpaten kota yang ada di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan, asosiasi pengembang di Indonesia serta para pejabat di lingkungan Kemenpera.      

Menurut Djan, saat ini pihaknya tengah menyusun Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) yang akan mengatur pemanfaatan lahan untuk kawasan perumahan.

“Ke depan, kami tidak akan memberikan subsidi untuk rumah yang dibangun pengembang  di area sawah produktif di daerah lumbung padi di Indonesia,” tegas Djan.      

Djan mengatakan, pemanfaatan tanah di daerah persawahan di daerah kerap menimbulkan permasalahan jangka panjang dan berdampak pada ketersediaan lahan untuk tanaman padi.

Oleh karena itu, dirinya merasa perlu pengaturan khusus agar pemerintah daerah juga bisa ikut mengantisipasi timbulnya dampak jangka panjang pembangunan rumah di lahan sawah.      

Ke depan, tegas Djan, Kemenpera akan mendorong pembangunan hunian vertikal sehingga rumah yang dibangun oleh masyarakat minimal memiliki dua lantai serta para pengembang di daerah untuk membangun rumah susun (rusun).

Hal tersebut juga pernah dilaksanakan oleh Perumnas yang membangun hunian minimal empat hingga lima lantai untuk masyarakat sehingga mereka ke depan terbiasa hidup di rusun.      

Djan mengajak masyarakat untuk membangun rumah minimal dua lantai, sehingga tanah yang digunakan untuk pembangunan rumah tidak terlalu besar dan bisa memanfaatkan tanah yang ada untuk bercocok tanam dan resapan air.

“Sebenarnya masyarakat juga tidak terlalu repot jika tinggal di Rusun tapi mereka belum terbiasa saja,” terangnya. [E-8]

Sumber : Suara Pembaruan

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita