83 Kamis, 30 Januari 2014 | 10:15:57

Pembangunan Rumah Murah di Jateng Mandek

Pembangunan Rumah Murah di Jateng Mandek

Para pengembang perumahan sederhana di Jawa Tengah menghentikan pembangunannya, menyusul belum jelasnya harga jual rumah sederhana melalui fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP. Wakil ketua bidang rumah sederhana Real Estate Indonesi (REI) Jateng Andik Kurniawan mengatakan, pengajuan kenaikan besaran FLPP masih menunggu persetujuan menteri keuangan untuk penghapusan pajak penambahan nilai (PPN).

"Kementerian perumahan sudah setuju kenaikan dari Rp.88 juta jadi Rp.104 juta untuk di Jateng. Tapi masih menunggu persetujuan kementerian keuangan untuk penghapusan PPn-nya,"ujarnya disela penutupan REI Expo Jateng I Tahun 2014, Rabu (29/01/2014).

Menurut Andi, dengan kenaikan besaran FLPP itu akan meningkatkan minat para pengembang untuk membangun rumah sederhana. Pada tahun 2013 lalu, realisasi pembangunan rumah sederhana hanya sebesar 1.500 unit, dari target sebesar 12.000 unit.

"Dengan kenaikan besaran FLPP, akan membantu pengembang mendapatkan lahan yang ideal untuk membangun,"ujarnya

Andi berharap aturan besaran FLPP akan segera dikeluarkan untuk memacu pembangunan rumah sederhana di Jawa Tengah. Apalagi angka backlog atau kebutuhan rumah di wilayah ini mencapai 30.000 unit.

"Kalau bisa aturan ini keluar kita berharap pembangunan rumah sederhan jumlahnya samaa seperti dua tahun lalu, sekitar 12.000 unit,"ujarnya

Sementara itu terkait transaksi pameran, kepala bidang promosi REI Jateng, Juremy mengatakan pameran yang diselenggarakan tanggal 17-28 Januari 2014 tersebut mampu mencatatkan transaksi sebesar Rp38 miliar. Jumlah tersebut berasal dari penjualan 41 unit rumah menengah ke atas.

"Belum semua pengembang melaporkan penjualan ke kami. Dan biasanya, banyak transaksi terealisasi setelah pameran," ungkapnya.

Dia mengakui, penjualan pada pameran kali ini mengalami penurunan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dikarenakan faktor cuaca yang hujan terus menerus, sehingga menyebabkan orang enggan datang ke pameran.

"Kalau dibandingkan tahun 2013 lalu memang ada penurunan sekitar 15 persen. mungkin faktor cuaca yang membuat masyarakat enggan ke mal lihat pameran," ungkapnya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita