87 Selasa, 28 Januari 2014 | 10:13:03

Banjir, Biaya Pembangunan Rumah Naik 15%

Banjir, Biaya Pembangunan Rumah Naik 15%

Asosiasi pengembang perumahan, Real Estate Indonesia (REI) mengaku menghadapi kendala dalam pembangunan perumahan akibat cuaca buruk yang menyebabkan banjir di ibu kota Jakarta dan beberapa daerah lain.

"Banjir mempengaruhi pembangunan properti. Belum memperkirakan berapa besar tapi ada dampaknya, diantaranya akan molor penyelesaian proyek," ujar Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (27/1).

Menurut Eddy, banjir yang melanda wilayah Jakarta dan daerah lain di Indonesia, akan berkontribusi terhadap kenaikan biaya pembangunan hingga kisaran 15 persen.

"Sampai sekarang biaya yang timbul langsung akibat banjir belum begitu banyak. Tapi 10-15 persen bisa terjadi tambahan cost," kata Eddy.

Dia menuturkan, kendala cuaca dan banjir menyebabkan waktu penyelesaian pembangunan perumahan menjadi terhambat.

"Banjir, pembangunan rumah jadi molor," tutup Eddy.

Sebelumnya, REI melihat harga jual rumah murah saat ini sudah sangat rendah dibanding harga bahan baku perumahan yang sudah melonjak.

"Sekarang harga rumah murah Rp 88 juta dan itu masih dibangun REI dan berlaku sampai saat ini. Cari mobil yang Rp 100 juta saja sudah susah. Berat bagi pengembang untuk menyediakan rumah murah dengan harga itu," ujar Eddy.

Dia berpandangan, harga rumah murah yang ditetapkan sekitar 4-5 tahun lalu, sudah layak untuk disesuaikan dengan kondisi perekonomian saat ini. [noe]

Sumber : Merdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita