122 Senin, 27 Januari 2014 | 11:16:42

MBR Berpotensi Kehilangan Keringanan Pajak 14%

MBR Berpotensi Kehilangan Keringanan Pajak 14%

Belum dihapusnya pajak pertambahan nilai (PPN) pada harga baru perumahan bersubsidi merugikan pengembang dan konsumen. Jumlah unit rumah yang dibangun terpangkas hingga 50%. Konsumen pun berpotensi kehilangan keringanan pajak sebesar 14%.

"Kami terpaksa melakukan perlambatan,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo, di Jakarta, pekan lalu.

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) tentang penyesuaian harga perumahan bersubsidi. Permen ini merevisi harga lama yang dipakai pada periode 2012 dan 2013. Dalam Permen itu disebutkan, harga baru berada di kisaran Rp 105 juta – 165 juta. Rumah bersubsidi yang sebelumnya berharga Rp 88 juta naik menjadi Rp105 juta. Sementara, untuk harga Rp 95 juta naik menjadi Rp 115 juta.

Sedangkan yang sebelumnya berharga Rp 145 juta naik menjadi Rp 165 juta. Permen yang sudah terbit pada triwulan keempat 2013 tersebut, sampai Januari 2014 belum mendapat persetujuan dari Kemenkeu. Di sisi lain, pengembang terlanjur berharap Kemenkeu sudah mengetuk palu pada Januari ini. Sebab, agenda proyek yang hendak direalisasikan pada Januari ini mengasumsikan penjualan dengan harga baru.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menegaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum menyetujui penghapusan PPN 10%. Padahal, penghapusan ini sangat berarti bagi pengembang dan konsumen. Menurut Djan Faridz, dengan penghapusan PPN 10% membuat harga rumah tidak terlalu tinggi.

“Penghapusan PPN 10% banyak artinya. Pembeli dapat diskon 10% dari harga aslinya,” kata Djan Faridz.

Pengembang di bawah payung APERSI, kata Eddy, terpaksa memperlambat pembangunan rumah. Pada Januari, direncanakan pembangunan 8.000 unit rumah.

“Namun, karena belum ada keputusan dari Kemenkeu, terpaksa kami perlambat dengan cara mengurangi jumlah unit. Pengurangannya bisa sampai 50%. Dengan demikian, pada Januarini kami hanya membangun 4.000 unit rumah,” papar Eddy.

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita