139 Jum'at, 24 Januari 2014 | 10:34:58

Persaingan Pusat Ritel Semakin Ketat

Persaingan Pusat Ritel Semakin Ketat

Perusahaan konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) mengatakan persaingan antara pusat ritel atau perbelanjaan di wilayah DKI Jakarta diperkirakan semakin ketat pada 2014.

"Rata-rata harga sewa di mal tidak mengalami perubahan selama triwulan IV 2013 dibanding triwulan sebelumnya karena persaingan antar mal baru semakin ketat," kata Anton Sitorus, Head of Research JLL Indonesia, dalam acara media briefing sektor properti di Jakarta.

Menurut Anton, meski tren permintaan dan pertumbuhan pasokan baru ruang ritel dinilai stabil, tetapi para peritel dinilai tidak gampang pula mencari lokasi akibat masih kurangnya pasokan baru. Hal itu, ujar dia, karena perizinan dalam pembangunan mal di wilayah ibukota saat ini semakin ketat.

Sebagaimana diberitakan, mayoritas pusat perbelanjaan ritel yang bakal dibangun di wilayah DKI Jakarta pada periode 2014-2016 mendatang akan terletak di kawasan Jakarta Barat.

Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan, suplai masa depan di 2014-2016 adalah sebesar 247.200 meter persegi di Jakarta Barat.

Berdasarkan data Colliers, jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan pasokan di kawasan lainnya seperti di Jakarta Timur (50.000 meter persegi), Jakarta Selatan (48.000 meter persegi), dan Jakarta Utara (36.000 meter persegi).

Dengan demikian, suplai pusat perbelanjaan ritel di kawasan Jakbar adalah sebanyak 64,85 persen dari keseluruhan suplai pada periode 2014-2016. Berbagai pusat perbelanjaan baru yang akan beroperasi di Jakbar pada periode tersebut antara lain St Moritz dan Mal Puri Indah 2.

Di kawasan lainnya pada periode yang sama, pusat perbelanjaan baru antara lain Pantai Indah Kapuk Mall (Jakut), Shopping Mall@Pancoran (Jaksel), Holland Village Mall (Jaktim), dan Grand Cipulir (Jaksel).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan pengembang bakal bersaing ketat dalam memperebutkan segmen pelanggan untuk sektor properti 2014 yang diprediksi semakin jenuh terutama setelah kenaikan BI rate.

"Para pengembang akan berlomba untuk memenangkan persaingan di pasar sempit di tengah perlambatan siklus properti dan ekonomi yang sedang berlanjut," kata Ali Tranghanda.

Menurut dia, meski terjadi perlambatan di sektor properti tetap akan ada permintaan pasar sehingga harga properti diprediksi juga tidak akan jatuh tetapi hanya mengalami fenomena penundaan permintaan dari pasar.(*/hrb)

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita